BrebesNews.Co 27 September 2013 Read More →

Yusrina : Saya Ibu Beruntung Bisa Berikan ASI kepada Bayinya

IMG_20130926_135045-1

BREBESNEWS.CO -Rendahnya kesadaran para ibu di Kabupaten Brebes, memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif yakni dalam kurun waktu enam bulan pada bayinya dinilai masih rendah.

Dari Grafik Dinas Kesehatan Brebes yang mengemukakan angka kelahiran bayi pertahun, mencapai lebih dari 37 ribu bayi, ternyata baru 27 persen yang memberikan ASI eksklusif kepada Bayinya.Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dokter Sri Gunadi M.kes dalam wawancara Khusus terkait ASI Esklusif kamis (26/9) dikantornya.

Menurut Sri Gunadi, ASI eksklusif sangat penting diberikan kepada bayi yang baru di lahirkan. Hal ini Beralasan, ASI yang diberikan meningkatkan imun dari bayi agar terhindar dari berbagai penyakit. Selain Higienis juga dinilai hemat biaya.

” ASI itu sangat baik dan sangat dibutuhkan oleh bayi, higienis dan susunya alamiah serta tidak mahal,” kata Gunadi

Kegunaan ASI yang sangat besar bagi anak tidak bisa digantikan dengan susu formula karena sifatnya alamiah dan bukan terbuat dari susu sapi.Dalam ASI memiliki kandungan zat yang baik dan dibutuhkan oleh bayi bisa terserap 100 persen.

” Terkadang Ibu yang baru melahirkan belum bisa mengeluarkan ASI.Beruntung Bagi Ibu bisa mengeluarkan Air susu,” tambah Sri Gunadi.

Sementara itu salah seorang ibu yang juga seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup setda Brebes Yusrina (28) mengatakan, Ia merupakan salah satu wanita yang beruntung bisa mengeluarkan ASI untuk bayinya. Dalam hal menyusui bayinya Dia lakukan hingga lebih dari 6 bulan.

“ Saya termasuk ibu yang beruntung bisa mengeluarkan ASI bagi Fahira Anamsi (anaknya-red). Banyak ibu-ibu yang tidak bisa menyusui bayinya kerena air susunya tidak bisa keluar. Sebagai seorang PNS, Saya menyusui ketika jam isterahat kerja, lalu balik lagi ke kantor,” jelas Yusrina PNS yang mempunyai jabatan Sekertaris Pribadi Sekda Brebes ini.

Menurutnya, secara psikologis pemberian ASI pada anak akan meningkatkan hubungan emosional dengan ibunya. Ketika menyusui, bayi merasa nyaman di dekat ibunya sehingga bayi dapat terpuaskan dengan menikmati susu ibunya.

” Dengan menyusui, semakin kita sayang kepada bayi semakin lancar pula ASI yang keluar,”terang Yusrina, yang tinggal di perumahan Jalan Yos Sudarso RT7/RW 19 komplek Islamic Center, Kelurahan Brebes. (Hendrik )

Posted in: Serba Serbi