BrebesNews.Co 23 October 2013 Read More →

Anggaran Pendidikan 20 % Harusnya Juga Dinikmati Madrasah,TPQ dan Pesantren

* 120 Guru Madrasah,TPQ Dan Pondok Pesantren Se Brebes Ikuti Workshop Peningkatan mutu Pendidikan

madin

BREBESNEWS.CO -Keberadaan Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dan Pondok Pesanteren (Ponpes) kian mendapat pengakuan dari pemerintah. Meskipun harus melalui perjuangan yang keras, tanpa henti dan pantang putus asa.

“ Proses mendapatkan pengakuan dari pemerintah cukup berat, untuk itu perlu adanya penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas,” papar Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kabid PD Pontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Drs H Solikhin MM saat menyampaikan sambutan Workshop Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Pembuatan Lembaga Pendidikan pada Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Brebes, di Hotel Anggraeni Jatibarang Brebes (23/10).

Menurut Solikhin, Pengakuan pemerintah antara lain, program Perkemahan Pramuka Santri, Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK) atau Musabaqoh Pembacan Kitab Kuning, Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (Porsadin) dan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) sudah mendapat pengakuan nasional dan mendapat anggaran dari Pemerintah.

Untuk meningkatkan mutu kelembagaan, dia berharap agar pengelola Madin, TPQ maupun Pondok Pesanteren menerapkan Education Management Information System (EMIS) atau Sistem informasi managemen pendidikan.

Menurutnya, dengan penerapan EMIS akan semakin terpadu dan terintegrasi dengan berbagai lembaga dari pusat hingga daerah. “Antara daerah yang satu dengan yang lainnya, akan berjalan dengan baik karena ada kesatuan gerak langkah,” paparnya.

Jangan sampai, lanjutnya, ketika suatu daerah tidak mendukung Kepala Daerah tertentu saat Pilkada tidak mendapatkan alokasi anggaran. Begitupun sebaliknya, sehingga antara daerah yang satu dengan yang lain terjadi ketimpangan penganggaran.

“ Padahal, anggaran pendidikan dari APBN yang 20 persen, harus pula dinikmati oleh Madrasah, TPQ maupun Pondok Pesantren. Karena misi ke tiga lembaga tersebut juga berupa pendidikan,” gugat Solikhin.

Dia melihat, ketika Jawa Barat dan Jawa Timur mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah sangat besar, maka di Jawa Tengah pun seharusnya jangan berbeda. Dia memaparkan, di Jatim ada 20 ribu ponpes, Jabar 17 ribu ponpes dan Jateng hanya 7 ribu ponpes.

“ Kalau di Jateng sudah memiliki perda yang berpihak pada Madin, TPQ dan Ponpes maka akan sangat mudah mendapatkan alokasi anggaran,” terangya.

Plt Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab Brebes Makmur Yusuf SPd menjelaskan, Workshop diikuti oleh 120 orang pengelola Madin, TPQ dan Ponpes Se Kabupaten Brebes. Diharapkan, para peserta dapat meningkatkan mutu pendidik, tenaga kependidikan dan lembaga pendidikan dilingkup kemenag.

“ Workshop ini, untuk meningkatkan mutu pendidikan, tenaga kependidikan dan lembaga kependidikan dilingkungan kemenag,” terangnya. (Ilmie)

Posted in: Serba Serbi