BrebesNews.Co 13 October 2013 Read More →

ASI Menjadikan Semua Anak Saya Rangking I Di Sekolah

Menteng-20131005-00216(1)Pasca acara Halaqoh Nasional di PBNU yang dilaksanakan pada 5-6 Oktober 2013 yang diikuti oleh para kiai dari Brebes untuk mengkaji masalah stunting dan gizi secara khusus dan kesehatan secara umum. Dalam perspektif Islam geiatan halaqoh juga meruppakan upaya Pemerintah Kabupaten Brebes dalam menaikkan cakupan ASI Ekslusif agar hak dasar anak bisa terpenuhi dengan baik.

Dari acara halaqoh inilah kabupaten Brebes mengirim tokoh agama seperti, salah satunya KH Izzudin putra dari Almarhum KH. Masruri Mughni Benda Sirampog Brebes dengan nama KH. Izzudin Masruri.

Disela-sela acara tersebut kontributor BREBESNEWS.CO yang juga fasilitator Unicef Brebes Bahrul Ulum mencoba mewancarai Kyai muda NU, yang juga sebagai penerus trah dari pondok Benda ini, seputar masalah Ibu dan Anak..

Assalamu’alaikum pak Kyai, alasan kenapa saudara hadir pada pertemuan Halaqoh Nasional di PBNU, yang membahas masalah Isu Kesehatan Ibu dan Anak ?

Pertama saya hadir memenuhi undangan dari PBNU, saya niati sebagai Ibadah saja, karena bagi saya ini adalah bagian dari Jihad fi sabililah dan peran ulama sangat dibutuhkan untuk perubahan perilaku di masyarakat guna bersama-sama mensukseskan program pemerintah.

Menurut Kyai seberapa penting seorang ibu memberikan ASI Ekslusif kepada Bayinya.

Menurut saya, sangat penting, pertama pencegahan secara dini terhadap terjadinya suatu penyakit seperti stunting atau bentuk lainnya, dengan pemberian asupan gizi cukup, optimalisasi ASI, dan perawatan kesehatan, juga termasuk imunisasi adalah cermin perintah Allah agar tidak meninggalkan keluarga yang lemah.

Kedua Keharusan memberikan air susu yang pertama keluar (colostrum, al-liba’–اللبأ ) kepada anaknya itu sangat dianjurkan, dimana dalam alqur’an disebutkan Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian.

Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah [2]: 233)

Berapa jumlah anggota keluarga Pak Kyai, apakah anak-anak Pak Kyai saat bayi diberikan Asi Ekslusif semua, atau barangkali ada kendala ?

Istri satu, dan memiliki anak berjumlah 7 orang, meninggal 1. Dari jumlah 6 anak yang saya miliki ini semuanya telah mendapatkan Asi Ekslusif. Alhamdulilah anak-anak saya telah diberik Asi Ekslusif pertumbuhannya tidak mudah sakit. Dengan keadaan sehat jelas tidak mengganggu belajar mereka. Dan saat sekolah Alhamdulilah semuanya rangking 1 di sekolahnya. Ukuran Tingginya dengan saya lebih tinggi anak saya. Saya berikan yang terbaik untuk masa depan anak saya.

Selama ini apakah pak Kyai tahu tentang Stunting, ASI, IMD, MP-ASI ?

Sebelum saya berangkat ke Jakarta, saya hanya tahu Air susu Ibu saja, namun setelah mengikuti kegiatan di Halaqoh Nasional di LKNU PBNU saya baru tahu dan paham bahwa ternyata anak pendek itu menjadi beban Negara dimana bila Ibu-ibu yang kurang gizi, atau Wanita Usia subur terus mengalami KEK (kekurangan energi kronik) harus diperbaiki.

Kenapa demikian sebab jika seorang ibu kurang gizi dan saat hamil tidak memperhatikan masalah gizi atau tidak bertanggungjawab antara suami istri dimana punya uang dipakai untuk beli emas, atau kebiasaan merokok lebih dominan dibanding memberikan gizi untuk anaknya, atau anaknya dititipkan sama pembantu atau neneknya itu salah satu penyebab generasi kita yang kurang mampu. Maka yang timbul Anak yang dilahirkan akan BBLR atau berat badan yang mestinya 2.500 gram biasanya dibawah ini. Jadi berat bayi tidak normal

 

Menurut pak Kyai apa yang seharusnya dilakukan ora para Kyai Muda NU untuk menjadikan generasi yang akan datang menjadi generasi kuat ?

Pertama adalah makanlah anakmu dari barang yang halal, selama mengandung bayi jangan lupa selalu membaca alqur’an dan asupan gizinya diperbaiki, ikuti anjuran dokter. Saat melahirkan bayi diberikan Kolostrum, dan saat usia 0-6 bulan bayi hanya diberikan ASI saja tidak usah dikasih pisang atau makanan lainnya, setelah usia 6-12 bulan tetap dikasih ASI namun diberikan makanan pendukung ASI agar nanti pertumbuhan dan perkembangan anak bisa jadi anak yang pinter, cerdas dan berakhlaqul karimah.

Doa saya semoga di Brebes masa depan anak selanjutnya jangan menjadi generasi yang stunting (pendek). Dan Insya Allah mulai sekarang dimana pun tempatnya saya akan membantu pemerintah daerah untuk mensosialisasikan kepada santri putra dan putri, saat mengisi pengajian, maupun pada saat pertemuan-pertemuan ibu untuk mensosialisasikan pentingnya 1000 hari pertama bagi anak.(*)

Posted in: Serba Serbi