BrebesNews.Co 18 October 2013 Read More →

Dalang Di Brebes Sepertinya Hidup Enggan Mati Tak Mau

* Ketua Persatuan Dalang Brebes Periode 2013-2016 Terpilih

pepadi1

BREBESNEWS.CO -Setelah vakum cukup lama, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Brebes kembali bangkit menggeliat. Gairah tersebut terlahir setelah diadakan rapat kerja daerah (rakerda) Pepadi di Pendopo Brebes, Kamis malam (17/10) yang menghasilkan pengurus baru periode 2013-2016.

Dalam rakerda tersebut Susilo SPd, secara aklamasi dipercaya menjadi Pepadi Kabupaten Brebes periode 2013-2016 dr. Djoko Sarkoro. Sp.B

Digelarnya Rakerda, kata Ketua lama dr Djoko Sarkoro karena sejak kepemimpinannya tahun 1995 hingga 2013 terjadi kevakuman kepengurusan dan kegiatan, sehingga perlu regenerasi. “Pepadi seperti kehilangan induk, untuk itu perlu penyegaran,” kata Djoko.

Dia menceritakan, sejak kepengurusan dirinya 1995-2013 sangat berat menjalankan roda organisasi. Pepadi yang lahir 10 juli 2004 itu sebelumnya bernama Ganasidi (Lembaga Pembina Seni Pedalangan Indonesia) dan roda organisasi berjalan tertatih-tatih.

Tantangan makin berat seiring dengan pergantian Stuktur organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab. Akhirnya Pepadi benar-benar kehilangan induk. Untuk pementasan misalnya, sulit menghubungi instansi yang terkait. Akibatnya, Pepadi yang semula memiliki anggaran dari pemkab lambat laun akhirnya dihapus.

“Tidak adanya anggaran, pepadi seperti hidup segan mati tak mau,” ungkapnya.

Pada awal-awalnya, Pengurus Pepadi Brebes bisa melakukan pentas keliling sebanyak 7 kali dalam setahun. Kemudian menyusut jadi 2 kali dalam setahun.
” Saya prihatin mas, sejak tidak ada anggaran sudah 5 tahun terakhir ini kami tidak bisa menggelar pentas,” tambahnya lagi.

Ketua terpilih, Susilo SPd bertekad akan mengemban amanat yang diberikan oleh teman-teman dalang di Brebes sehingga gairah pedalangan kembali menggeliat. “Insya Allah kami akan berusaha sekuat tenaga untuk kembali membangkitkan seni pedalangan di Brebes,” tekadnya.

Menurut Susilo yang juga guru SMA 2 Brebes, memandang pedalangan mampu menggali nilai-nilai etika, estetika, moral dan spritual pembangunan seperti yang terkandung dalam jagad pewayangan. Pepadi kedepan, tekadnya, akan dijadikan organisasi pedalangan yang solid, profesional dan berdaya guna tinggi dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni pedalangan serta meningkatkan kesejahteraan anggota.

Kepala Dinas Pariwisata. Budaya, Pemuda dan Olahraga (Dinparbudpora) Kab Brebes Ir Amin Budi Raharjo menjelaskan, kalau Pepadi menjadi organisasi di bawah binaannya. Akibat kurangnya komunikasi, Pepadi tidak tersentuh dan kedepan perlu jalinan komunikasi yang akrab.

“Dinparbudpora, siap memfasilitasi Pepadi dalam kiprahnya untuk membangkitkan seni pedalangan di Brebes,” tuturnya.

Baru-baru ini, lanjutnya, Dinparbudpora juga telah memfasilitasi pementasan wayang kulit di RRI Purwokerto.

“Pentas tersebut, atas nama Pepadi Brebes,” ujar Amin. (Ilmie)

Posted in: Serba Serbi