BrebesNews.Co 27 October 2013 Read More →

Kembali, Harga Rumput Laut Tembus 7000 Rupiah Per-Kg

rumput laut

BREBESNEWS.CO – Kembali harga Rumput Laut di Brebes, sudah mulai beranjak naik hingga kini tembus 7000 rupiah per-kilo keringnya. Padahal setahun yang lalu, harga Rumput Laut Jenis Gracilaria yang banyak di tanam petambak di pesisir desa Randusanga Kulon, kecamatan Brebes i sempat anjlok hingga harga 3000 per-kilogram keringnya.

Dengan membaiknya harga rumput laut, kini masyarakat Randusanga sebagai sentra pengahsil rumput laut mulai bergairah, seperti tahun-tahun yang lalu, harga Rumput laut juga pernah menyentuh harga 7000 rupiah per-kilogram kering.

” Dengan harga rumput yang mulai membaik, banyak masyarakat Randusanga Kulon yang kini mulai bekerja sebagai pemanen rumput,” ujar Warsono, petani tambak asal dukuh Sigempol desa Randusanga Kulon kepada BREBESNEWS.CO, minggu (27/10).

Warsono berharap harga Rumput Laut bisa bertahan di kisaran 7000 seperti sekarang, atau bahkan tetap tinggi. Alasannya dengan harga Rumput laut tinggi bisa mengurangi angka pengangguran di daerah Randusanga.

Sementara itu di dapat informasi, membaiknya harga rumput laut yang di kisaran 7200 per-kilogram keringnya, karena kebutuhan akan Rumput Laut sekarang sudah tinggi baik untuk kebutuhan industri di Indonesia, maupun kebutuhan eksport. Bahkan untuk kebutuhan eksport rumput laut saja sekarang masih banyak yang belum terpenuhi.

” Mudah-mudahan harganya tetap baik. Karena dengan harga baik akan menyerap tenaga Kerja banyak, sehingga bisa mengurangi pengngguran,” tambah Warsono lagi.

Seperti diketahui, rumput laut di desa Randusanga sempat menajadi idola petani tambak. Hal ini karena budidayanya yang tdak sulit serta ancaman hilang karena air pasang rob tidak menjadi masalah. Namun beberapa bulan lalu harganyanya yang dulu sempat di kisaran 7000 per-kilogramnya sempat anjlog samapi 50 prosen lebih hingga sekitar 3000 per-kilogram keringnya. Akibatnya petanipun di buat stress.

“ Yang menjadi kendala sekarang, adalah banyaknya tambak rusak hingga untuk budiday Rumput Laut jadi kurang optimel. Apa lagi sekarang tambak di sekitar banjang banyak yang rusak, karena intensitas perahu para pemancing yang tinggi, hingga ombak perahu merusak benteng para petambak,” ungkap Warsono.

Warsono juga berharap, pemerintah daerah juga mau memberikan jalan keluar soal banyaknya kerusakan, agar kegiatan ekonomi masyarakat di desa Randusanga bisa tumbuh berkembang. (AFIF.A)