BrebesNews.Co 2 October 2013 Read More →

Sosialisasi Diseminasi Intervensi Penurunan Stunting Digelar Di Kabupaten Brebes

IMG-20131002-00166

BREBESNEWS.CO -Umur Sama,Tinggi Badan Berbeda itulah cerminan dari stunting. stunting menggambarkan kejadian kurang gizi pada balita yang berlangsung dalam waktu yang lama dan dampaknya bukan hanya secara fisik, tetapi justru pada fungsi kognitif ( daya nalar bayi).

Balita mengalami Stunting dapat diketahui bila seorang balita sudah ditimbang berat badannya dan diukur panjang atau tinggi badannya, lalu dibandingkan dengan standar, dan hasilnya berada dibawah normal. Jadi secara fisik balita akan lebih pendek dibandingkan balita seumurnya. Demikian garis besar soal pengetahuan Stunting yang perlu dipahami, ungkap M. Nasir pembicara dari Kementrian Kesehatan RI, saat menjadi pembicara kegiatan sosialisasi pengetahuan Diseminasi Intervensi Penurunan Stunting di gedung sekertariat korpri, rabu (2/10).

Kegiatan di hadiri dari berbagai elemen yakni bidan, fasilitator PKH dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), yang berkecimpung soal kesehatan di Brebes.

Sementara untuk meningkatkan gizi pada bayi dua tahun (baduta) dan kesehatan Ibu Hamil di Kabupaten Brebes, Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerjasama dengan UNICEF atau badan dari PBB yang khusus menangani kesehatan anak dan ibu melahirkan.

Menurut M. Nasir selaku Narasumber dari Kemenkes, kegiatan ini bertujuan memberikan informasi paket yang akan diberikan kepada sasaran penerima yaitu Ibu Hamil dan Bayi dua tahun (baduta) 0-2 tahun secara total coverage (keseluruhan) dengan sasaran untuk (Ibu Hamil (Bumil) sebanyak 36.542 dan Baduta (0-2 tahun) sebanyak 67.808.

Adapun bentuk paket intervensi yang akan diberikan kepada sasaran antara lain Zink, MNM, Micronutrien Powder MixMe, Taburia, Albendazol dan juga ada pendukung informasi bagi tenaga kesehatan/masyarakat dalam bentuk Flipchart PMBA, Alat Bantu Pelatihan PMBA, Paket Konseling PMBA, Leaflet, Poster KMS laki/perempuan.

M. Nasir mengharapkan agar paket gizi ini diterima dengan baik dan dipastikan untuk dikonsumsi. Peranan dari tenaga kesehatan (Bidan Koordinator, Bidan Desa, Kader posyandu) serta pendamping PKH untuk memastikan bahwa sasaran penerima program telah mengkonsumsi paket ini.

” Eman-eman jika barang bagus untuk ibu hamil dan bayi dua tahun (baduta-red) tidak dimaksimalkan. Ke depan kemenkes akan melihat langsung pelaksanaan distribusi ini pada cakupan konsumsi,” kata M.Nasir.

Harapan terakhir, menurut M. Nasir, agar semua paket UNICEF yang sudah diterima Pihak Dinas Kesehatan dimohon dalam bulan Oktober ini sudah di distribusikan kepada sasaran penerima paket.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Kabid Pelayanan Kesehatan dr. Rasipin, M.Kes menyambut baik kegiatan ini dan pada prinsipnya Dinas Kesehatan sudah berkomitmen untuk mengupayakan agar program ini berhasil dengan baik, demi masa depan generasi penerus bangsa ini, oleh karena itu mohon dukungan stakholders yang lain untuk saling bekerjasama. ( Bahrul Ulum – Fasilitator Unicef  Brebes)

Posted in: Serba Serbi