BrebesNews.Co 12 October 2013 Read More →

Sumarjo, Pelopor Penggunaan Probiotik Untuk Udang Di Brebes

* Hasil panen bisa meningkat 30 hingga 50 prosen

Brebes-20131011-00249

BREBESNEWS.CO -Fakta, munculnya penyakit atau virus atau bakteri di usaha budidaya udang menjadi kendala cukup serius bagi para petani tambak.Padahal pangsa pasar hasil udang sangat terbuka dan menguntungkan.

Dengan kemunculan penyakit bakteri tersebut biasanya para petani tambak dengan budaya praktek selalu menggunakan antibiotik dan terapi kimiawi. Padahal penggunaan antibiotik dan bahan kimia dalam budidaya udang yang tidak beraturan untuk pencegahan serta pengobatan penyakit dalam akuakultur dapat mengakibatkan akumulasi residu (penumpukan racun) dan perkembangan strain bakteri resisten.

Bahaya residu antibiotik dan adanya strain bakteri patogen yang resisten pada hasil panen udang tersebut justru sebenarnya banyak dikeluhkan konsumen. Mengatasi keadaan inilah tuntutan penggunaan komponen biologis atau mikroba sebagai organisme penghasil enzim untuk aditif pakan, kompetitor patogen, dan pengontrol lingkungan budidaya.

Dan yang terpenting penggunaan probiotik untuk menggantikan penggunaan antibiotik dan bahan kimia lainnya, kini menjadi teknologi tepat guna dan bisa menjawab permasalahan yang kini sering dihadapi petani tambak udang.

Sumarjo (45), warga dukuh Sigempol desa Randusanga kecamatan Brebes, telah dilatih sejak tahun 2011 dari Balai Besar Budidaya Air Payau Maros Sulawesi untuk pengembangan probiotik di Kabupaten Brebes.

Awalnya Sumarjo sebagai ketua Kelompok “Harapan Jaya” tidak percaya masalah manfaat probiotik untuk udang. Namun setelah uji coba beberapa kali selama 2 tahun, sekarang sumarjo sudah percaya diri, bahwa penggunaan Probiotik di tambak udang bisa meningkatkan hasil pendapatan sampai 30 hingga 50 prosen dibandingkan dengan model alamiah.

Secara alami biasanya ukuran 1/2 Ha, tebar bibit udang 20.000 ekor, saat panen dapat 50 kg. Namun setelah tambak yang saya budidaya melalui probiotik tebar 20.000 ekor, saat panen dapat 80-100 kg. Sementara kebutuhan probiotik untuk ukuran 1/2 Ha 2 liter, sementara harga per liter 15.000,-.

” Artinya menurut saya ini teknologi murah, bagus, ramah lingkungan dan bisa bermanfaat bagi para petani tambak,” ujar Sumarjo yang ditemui pada acara Pelatihan Aplikasi Probiotik Klinik Iptek Mina Bisnis ( Kimbis) di Randusanga Kulon jumat (11/10).

Untuk keberhasialnnya budidaya udang dengan sistim penggunaan probiotik ini, akhirnya sekarang Sumarjo dipercaya oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Brebes sebagai instruktur probiotik di Kabupaten Brebes.

Apa Itu Probiotik ?

Probiotik merupakan mikroba hidup, berperan sebagai suplemen pakan udang. Preobiotik berpengaruh menguntungkan dengan meningkatkan keseimbangan pencernaan, serta membantu dalam kolonisasi mikroba usus serta mencegah patogenik organisme dengan adanya kompetisi sisi adhesi pada udang atau yang lebih dikenal dengan sebutan competitive exclusion.

Beberapa mikroba yang umum digunakan sebagai probiotik adalah Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp, Pseudoalteromonas, Alteromonas sp, Vibrio alginolyticus, Nitrosomonas sp, dan Nitrobacter sp.

“Teknologi probiotik adalah salah satu teknologi yang signifikan dapat memberikan respon dalam menyelesaikan masalah penyakit pada pemeliharaan udang,” ungkap Sumarjo.

Sumarjo berpendapat bahwa penggunaan bakteri yang menguntungkan mampu melakukan kompetisi terhadap pathogen yang potensial menginfeksi dalam pemeliharaan udang, sehingga akan meniadakan ketergantungan penggunaan antibiotik dan bahan kimia lain.

“Akhirnya ke depan teknologi produksi udang menjadi lebih ramah lingkungan,” tandas Sumarjo.

Bagi petani tambak yang hendak mencoba peruntungan dengan menanam bibit udang, dan tertarik dengan probiotik bisa langsung ke Sumarjo Hp. 081542276190 atau ke Mashadi Kimbis Brebes Hp 082135291002.

( Bahrul Ulum- warga Brebes )