BrebesNews.Co 10 November 2013 Read More →

25 Pemuda Lintas Agama Deklarasi Kerukunan Di Makam Pahlawan Brebes

* Di ikuti Perwakilan Umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha Dan Konghucu

fbb3

BREBESNEWS.CO -Memperingati hari pahlawan 2013, 25 pemuda lintas agama kabupaten Brebes mengucapkan Deklarasi bersama. Mereka bertekad mempertahankan persatuan dan kesatuan meski berbeda latar belakang keyakinan. Menyadari bahwa keyakinan keagamaan, etnik dan budaya merupakan kondisi alamiah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

“Para pejuang kita dahulu, tidak memandang apapun dalam mempertahankan tanah air. Dan modal yang ampuh yaitu persatuan dan kesatuan,” kata Fransisca Dian salah seorang perwakilan dari agama katolik, usai membacakan Deklarasi Kerukunan di Tamam Makam Pahlawan Kusumatama Brebes, (10/11/2013).

Deklarasi diikuti 25 orang perwakilan dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Sebelumnya, selama dua hari mereka mendapatkan bimbingan kerukunan umat dalam forum belajar bersama (FBB) di Islamic Center yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Brebes.

Dalam naskah deklarasi, mereka antara lain sepakat perbedaan agama atau keyakinan sebuah rahmat yang perlu disyukuri. Mereka Juga menolak segala bentuk kekerasan baik yang mengatasnamakan agama, segala bentuk penistaan dan penodaan agama serta tindakan main hakim sendiri.

Deklarasi ditandatangani perwakilan enam agama oleh Jalaludin, Elfi Futikhati, Aldo Chaesario Abimanyu, Alwi Asyegaf, Fransisca Dian dan Kiki Yulianus.

Sekretaris FKUB Brebes Akrom Jangka Daosat MSi menjelaskan, digelarnya FBB sebagai model pemrakarsa persatuan dan kesatuan antar umat beragama. Model yang akan diterapkan sebagaimana dicontohkan oleh masyarakat Kampung Persik di Salatiga, Jawa Tengah.

“ Bulan yang lalu, kami studi banding ke kampung persik. Kampung yang menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan dalam bingkai persatuan dan kedamaian yang indah dan kokoh,” terangnya.

Model di kampung persik, secara berkelanjutan akan kami terapkan pada Forum Belajar Bersama secara bertahap dan berkelanjutan.

Salah seorang peserta dari agama Budha Febrianto mengaku senang mengikuti kegiatan FBB. Pasalnya, bisa menambah wawasan dan arti pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. “Kalau bisa, pesertanya ditambah,” usulnya. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi