BrebesNews.Co 14 November 2013 Read More →

4 Perusda Di Brebes Dinyatakan Tidak Menguntungkan

* Hanya ada 3 Dari 7 Perusda yang dinyatakan menguntungkan

perusdaBREBESNEWS.CO – kabupaten Brebes memiliki 7 Perusda ( Perusahaan Daerah), namun hanya 3 perusda yang dinyatakan mampu memberikan kontribusi Pendapaatan Asli Daerah (PAD). Sementara 4 Perusda yang lainnya tidak menguntungkan, bahkan cenderung rugi.

” Kita akan tangani dengan serius masalah Perusda yang tidak menguntungkan ini, dan ini merupakan menjadi tugas berat bagi kami.” ujar Kabag Perekonomian Setda Pemkab Brebes, Da’an Susanto, kamis (14/ 11) di ruang kerjanya.

Seperti kita ketahui, PDAM Brebes mampu menyetorkan keuntungannya ke PAD sebesar Rp 473.jt. Kemudian, Badan Perkriditan Rakyat (BPR) Bank Kredit Kecamatan (BKK) Banjarharjo sebesar Rp 531 juta dan Bank Puspa Kencana sebesar Rp 214 juta.

Sedangkan perusda lainnya, seperti PB BKK Brebes, Perusda Perbengkelan, Perusda Farmasi dan Percetakan, hingga tahun 2013 belum bisa memberikan kontribusi PAD belum ada untuk Pemasukan Daerah.

” Saya optismis di tahun 2014 akan ada Perusda lagi yang bisa menyumbangkan PAD,” tambah Daan.

Daan mengatakan kondisi PD BKK Brebes setelah dimarger di tahun 2009 lalu, kini mulai membaik. Perusda itu sebenarnya sudah mendapatkan keuntungan yang terus meningkat. Namun, untuk memberikan kontribusi belum mampu karena hasil keuntungan itu untuk menuntup beban perusahaan sebasar Rp 11 miliar.

” Sisa beban Utang yang harus ditanggung hingga kini Rp 4,6 miliar. Beban itu akan ditutup pada awal tahun 2014, sehingga setelah beban teratasi, baru bisa menyetorkan PAD,” terangnya.

Sementara berdasarkan keterangan Perusda Farmasi, boleh dikata tidak menguntungkan bahkan sering mengalami kerugian. Di tahun 2012 mengalami kerugian hingga 40 juta. Kemudian, di tahun 2013 rugi sebesar Rp 5 juta, sehingga belum mampu menyetor PAD. Ada pun Perusda Percetakan belum bisa memberikan PAD karena masih dalam pembinaan.

” Perusda percetakan hanya mendapatkan laba Rp 5 juta di tahun 2013, dan itu pun hanya untuk biaya operasional perusahaan saja,” terang Daan (HENDRIK)

Posted in: Ekonomi & Bisnis