BrebesNews.Co 15 November 2013 Read More →

7 Gadis Korban Perdagangan Manusia (Trafficking) Asal Brebes Di Pulangkan

* Mereka dijanjikan pekerjaan dengan gaji 2 juta rupiah per-bulan

perawan 009

BREBESNEWS.CO- Tujuh gadis calon Tenaga Kerja asal Brebes, Jawa Tengah, yang menjadi korban penyekapan sebuah penyalur Tenaga Kerja di Tangerang, Banten, berhasil dipulangkan ke daerah asal masing-masing, Jumat (15/11) sore.

Ketujuh calon tenaga kerja korban penyekapan tersebut rata-rata berusia antara 16 hingga 17 tahun. Mereka berasal dari sejumlah daerah seperti Larangan 3 orang, Bulakamba 2 orang, 1 0rang asal Songgom dan 1 orang lagi asal Paguyangan.

Mereka dijemput dari Semarang oleh petugas Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Brebes, serta Petugas Badan Keluarga Berencana Perlindundan Perempuan (BKBPP) Brebes.

Awalnya mereka direkrut oleh broker tenaga kerja, dengan janji akan dipekerjakan sebagai pengasuh orang tua atau Neni, serta Baby Sitter, dengan iming-iming gaji 2 juta perbulan. Namun pada kenyataannya para korban hanya ditampung disebuah rumah tanpa ada kejelasan kapan akan dipekerjakan.

Selama dua bulan para korban bersama sekitar 100 calon TKI lainnya, disekap disebuah ruangan yang hanya memiliki satu kamar mandi dan toliet. Untuk makan para korban harus berebut. Terkadang makanan yang diberikan sudah basi.

” Kami sangat tersiksa karena harus hidup berjubal dalam satu ruangan dan makan seadanya,” ungkap NR salah seorang korban asal Larangan.

Keluarga korban yang hendak mengambil korban dari tempat penampungan diwajibkan membayar uang tebusan sebesar 8 hingga 10 juta rupiah per orang. Kasus penyekapan calon tenaga kerja ini terungkap setelah salah satu korban berhasil melapor ke Polisi. Kemudian Polisi langsung melakukan penggerebegan.

Kepala bidang Perlindungan Perempuan dan anak BKBPP, Rini Pujiastuti, mengatakan, ada indikasi para korban tidak hanya disekap namun juga dijadikan korban human trafficking atau perdagangan manusia.

” Indikasinya para korban dijadikan obyek Human Trafficking (perdagangan manusia), mengingat ada uang tebusan yang cukup besar jika pihak keluarga akan mengambil dari penampungan,” ungkap Rini Pujiastuti

Setelah transit di kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Brebes, ketutujuh korban langsung dipulangkan ke keluarga masing-masing. Selanjutnya, BKBPP Brebes akan melakukan pendampingan dan memberi pelatihan ketrampilan kepada ketujuh korban.

” Kami akan terus melakukan pendampingan dan memberikan pelatihan, serta mengupayakan agar para korban dapat disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang ada disekitar Brebes,” ungkap Rini Pujiastuti.

Kedepan BKBPP akan giat melakukan penyuluhan ke desa-desa untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang di Brebes. (AGUS SIMPE)

Posted in: Hukum, Kriminal