BrebesNews.Co 7 November 2013 Read More →

Pemkab Brebes Perlu Gandeng Ormas Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

* Tekan Kematian Ibu dan Kematian Bayi Yang baru Lahir

sudibyo

BREBESNEWS.CO – Advisor Governance Emas Pusat dr Sudibyo Markus MBA dalam paparanya menerangkan, kualitas pelayanan khusus kegawatdaruratan kebidanan dan bayi baru lahir akan membantu penurunan AKI ( Angka Kematian Ibu ) dan AKN ( Angka Kematian Neotenal atau bayi yang baru lahir). Selain itu termasuk penguatan tata kelola (goverment) dan pemanfatan teknologi sistem informasi.

Salah satu yang perlu dilakukan, kata Sudibyo, yakni melalui penguatan partisipasi masyarakat sipil. Pemkab Brebes perlu menggandeng organisasi kemasyarakatan  untuk turut memainkan perannya. Ormas bisa melakukan advokasi terhadap pelayanan khusus dan kegawatdaruratan.

“ Kami menaruh harapan besar kepada para tokoh organisasi kemasyarakatan untuk membantu program EMAS, tokoh masyarakat itu untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Hal ini perlu untuk menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang baru lahir Neotenal, ” pintanya di sela Sosialisasi Pengukuran Civicus Index (Indeks Masyarakat Sipil) Peduli Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Brebes, diruang Rapat Sekda Kamis, (7/11).

 

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) atau bayi baru lahir. Melalui program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS), merupakan program hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan lembaga donor USAID, bertujuan untuk menurunkan AKI dan AKN di Indonesia sebesar 25%.

Penurunan AKI ditargetkan dari 238 menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB dari 34 menjadi 23 per 1.000 kelahiran hidup.

“ Untuk AKN dari 19 per 1.000 kelahiran hidup pada 2007 akan terus menurun di tahun 2015,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sri Gunadi Parwoko yang hadir mewakili pemerintah daerah Brebes.

Menurut dr. Gunadi, dalam jangka waktu 5 tahun (2012-2016) akan dikembangkan model percepatan penurunan AKI dan AKN. Model percepatannya melalui melalui penguatan sistem rujukan yang efektif dan efesien di rumah sakit dan Puskesmas.

“ Di Jawa Tengah, hanya 5 Kabupaten saja yang melaksanakan program ini, yakni Brebes, Banyumas, Cilacap, Kab Tegal, Kota Tegal, dan Kota Semarang,” paparnya.

Pada peluncuran program EMAS yang diawali dengan keynote speech ( Pembicara kunci ) dari Utusan Presiden RI Untuk MDGs Prof dr. Nila Moeloek dan dihadiri oleh perwakilan dari Kemenko Kesra serta para peserta acara yang di antaranya berasal dari provinsi-provinsi lokasi program.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan mengharapkan agar program ini dapat berjalan dengan sukses dan pada akhirnya nanti benar-benar dapat memberi dampak positif secara nasional dalam percepatan pencapaian target MDGs 4 dan 5. (AFIF.A)

Posted in: Serba Serbi