BrebesNews.Co 5 November 2013 Read More →

Desa Limbangan Wetan Jadi Kawasan Sentra Udang Vaname

* Bupati Idza Panen Perdana Udang Vaname

panen udang

BREBESNEWS.CO -Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE melakukan panen perdana udang vaname (Penaeus Vannamei) milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Muncul Jaya di Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes.

Udang varietas baru yang berasal dari negara bagian Panama Amerika Serikat itu, bisa berkembang pesat di daerah iklim tropis indonesia. Di Brebes, kali pertama diperkenalkan oleh H Supandi petani udang asal Desa Kaliwlingi Brebes pada tahun 2006.

“Saya menaruh harapan besar, budi daya udang kembali jaya di Brebes seperti udang windu pada era 80-an,” harap Bupati usai memanen secara simbolik di area tambak Pokdatan Muncul Jaya di Kelurahan Limbangan Wetan Senin (4/11).

Bupati mengaku bangga karena petani tambak di Brebes sangat kreatif mengelola tambak. Ada yang menanam rumput laut, bandeng, dan kini udang vaname. Dengan dukungan area pertambakan yang sangat luas sepanjang pantai utara dari Losari sampai Kaligangsa Brebes, sangat potensial untuk pengembangan budi daya udang vaname.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab Brebes Ir Slamet Riyadi menjelaskan, Pokdakan Muncul Jaya mulai menggeluti budidaya udang vaname sejak tahun 2012. Luas lahan keseluruhan 40 hektar (ha) terdiri dari 26,5 ha atau 53 petak untuk budidaya dan 10 ha atau 7 petak untuk tandon dan 3 ha untuk saluran pemasukan dan pembuangan.

“ Sistem budi daya yang dijalankan terdiri dari sistem intensif seluas 4,5 ha, semi intensif 5,3 ha, tradisional 16,5 ha,” terangnya.

Untuk tahun 2013, lanjutnya, Kelompok Muncul Jaya mendapatkan bantuan kegiatan Demfarm dari Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Penerapannya untuk 10 ha dengan sistem budidaya intensif padat tebar 70-90 ekor per meter persegi. Semi intensif dengan padat tebar 25-30 ekor per meter persegi dan tradisional dengan padat tebar 6-12 ekor per meter persegi.

Ketua Pokdakan Muncul Jaya H Mulyadi mengusulkan, agar PLN bisa memasang jaringan listrik ke area tambak, karena bisa menunjang budidaya dan dapat menekan biaya produksi, khususnya solar dan sarana prasaran permesinan.

Pokdakan muncul jaya berkeyakinan, dengan kemampuan pembudidaya tradisional beralih teknologi, sangat menjanjikan Pertambakan di Kelurahan Limbangan Wetan bisa menjadi kawasan atau sentra budidaya udang vaname yang produktif.

Kasubdit prasarana dan sarana budidaya air payau Suyoko Setyowibi MPi menambahkan, udang vaname saat ini harganya sangat tinggi. Harganya bisa mencapai antara Rp 100-150 ribu perkilogram. Hal ini disebabkan negara-negara pengimpor udang seperti Amerika dan Uni eropa sangat kekurangan udang. Pasalnya, negara pengekspor udang seperti China, Thailand, Vietnam dan Malaysia sedang kolaps akibat udang hasil ternaknya terserang Virus Mortalitas Syndrom (VMS).

“ Udang di Indonesia sangat kebal, sehingga bisa mengekspor ke Eropa,” tandas Suyoko.

Ikut menemani panen udang vaname, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan antara lain Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara Dirjen Perikanan Budidaya I Made Suitha APi, Kasubdit prasarana dan sarana budidaya air payau Suyoko Setyowibi MPi, Kasi identifikasi potensi lahan dan air budidaya Rio Franky MMPi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov Jateng Ir Lalu M Syafriadi MM, Sekda Brebes Emastoni Ezam SH MH, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab Brebes Ir Slamet Riyadi.(ILMIE)