BrebesNews.Co 27 November 2013 Read More →

Kyai Muda NU Brebes Mulai Kiprah, Suarakan Pentingnya Kesehatan Ibu Anak

* Hasil dari Workshop Penguasaan Materi Stunting Di Ponpes Benda II Sirampog.

Camera 360

BREBESNEWS.CO -Selama ini, profesi ustadz atau Kyai di anggap sebagai penyeru kepada umat sesuatu perbuatan yang mungkar dan bathil saja. Namun, sebenarnya dengan ilmu agama yang dimiliki, yang jelas para Ustadz ataupun Kyai muda mengetahui jelas kandungan ayat-ayat Qur an ataupun Hadist Nabi, yang bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat Islam, utamanya bagi kesehatan Ibu dan Anak.

Bagaimanapun kaya-nya seseorang bila tidak dikaruniai kesehatan, maka tidak berarti kekayaan tersebut dan yang jelas kehidupan orang tersebut tidak sejahtera. Disinilah pentingnya peran Ustadz atau Kyai muda untuk bisa menyampaikan betapa besarnya karunia Allah Swt, kepada umatnya berupa kesehatan yang patut di jaga.

Berdasarkan kenyataan inilah, Adi Assegaf sebagai salah satu fasilitator Progrma Keluarga Harapan (PKH) yang memiliki dampingan di desa Kupu dan Keboledan kecamatan Wanasari, rabu ( 27/11) pagi mencoba berkoordinasi dengan konsultan UNICEF untuk berkolaborasi mengikut sertakan kyai muda Nahdhlatul Ulama (NU) Ustadz Rohaji, S.Ag yang sudah mengikuti pelatihan Stunting di Ponpes Al Hikmah Benda II Sirampog.

Penerima dana PKH merasa antusias sekali dengan hadirnya tokoh agama untuk memberikan sosialisasi masalah Kolostrum, ASI Ekslusif, Gizi selama kehamilan dari sudut tinjauan islam.

” Seneng pak, ada kyai muda bisa memahami dan memberikan pencerahan masalah ibu hamil dan ASI ekslusif, dengan adanya kyai ceramah saya merasa percaya diri untuk membantu mensosialisasikan program pemerintah agar nasib ibu-ibu penerima PKH bisa lebih baik,” ujar Ponari salah satu warga Keboledan yang hadir dalam pertemuan itu.

Adi Assegaf juga mengatakan penyampaian ustadz Rohaji, sangat bagus karena penanggulangan masalah stunting harus semua pihak termasuk para kyai. begitu pula yang disampaikan ibu ruminah selaku wakil ketua kelompok mengatakan peserta juga merasa tertarik karena manambah wawasan dan menyentuh di hati.

Kegiatan pertemuan seperti ini, menurut Adi juga akan dilanjutkan dengan melibatkan Pendamping, Kelompok RTSM, Bidan Desa, dan kyai yang sudah dilatih, dengan bidan untuk menyampaikan secara medis, biar klop di dalam menerima pengetahuan dan permasalahan seputar kesehatan ibu dan anak. (AFIF.A)

Posted in: Serba Serbi