BrebesNews.Co 28 November 2013 Read More →

Masyarakat Lebih Asyik Jadi Buruh Dari Pada Jadi Pemilik Usaha

dewi Dewi Milasari

BREBESNEWS.CO -Semangat peningkatan status buruh menjadi pemilik usaha bagi sebagian masyarakat Brebes masih sangat rendah. Baik pada usaha mikro, kecil maupun menengah. Mereka lebih asyik dengan menjadi buruh walau dengan upah yang pas-pasan, ketimbang melakukan terobosan menjadi pemilik usaha.

“Meskipun dipancing dengan pemberian dana bergulir, mereka tidak mau mengentaskan diri sebagai pelaku usaha,” kata Koordinator PNPM Mandiri Perkotaan Dewi Milasari, saat Workshop Sinergisitas Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) di Aula Bappeda Brebes, Kamis (28/11/2013).

Menurut Dewi, rendahnya kemauan untuk mengentaskan diri karena tidak adanya pendamping dan pembimbing yang mendorong mereka untuk meningkat. Sikap mental yang tidak kuat menjadikan mereka dihantui ketakutan dengan kegagalan.

Untuk itu, lanjutnya, selaku Kordinator PNPM Mandiri Perkotaan akan melaksanakan tiga tahapan agar masyarakat ter-entas dari kemiskinan yang terus mendera. Tahap Pertama, PNPM Mandiri Perkotaan berorientasi untuk membangun pondasi.

“masyarakat berdaya” yang diarahkan pada perubahan sikap, perilaku, cara pandang masyarakat yang bertumpu pada nilai-nilai universal.

Tahap kedua, PNPM Mandiri Perkotaan berorientasi untuk membangun transformasi menuju

“masyarakat mandiri” yang dilakukan melalui pembelajaraan kemitraan dan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan kelompok peduli untuk mengakses berbagai peluang dan sumberdaya yang dibutuhkan masyarakat.

Dan tahap ketiga, PNPM Mandiri Perkotaan berorientasi untuk membangun trasnformasi menuju “ masyarakat madani ” yang dilakukan melalui pembelajaran penataan lingkungan permukiman secara komprehensif berbasis komunitas .

Program PNPM MP yang digulirkan sejak 2007 hingga sekarang bergelut melakukan peningkatan daya ekonomi, daya sosial dan daya lingkungan. Berbagai program telah dijalani pada prasarana prasarana sosial, prasarana ekonomi, prasarana lingkungan dan kemitraan.

Dalam pandangan Dewi, program PNPM yang dilaksanakan selama ini baru sebatas pada daya lingkungan seperti tanggul, saluran air, jalan, pavingisasi dan sarana ibadah. “Daya ekonomi masih sedikit yang di sentuh,” terangnya.

Dia berobsesi, pada tahun mendatang akan mengembangkan pola kemitraan. Lewat kemitraan, bisa mengambil peran untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan.

Pengembangan kegiatan KEMITRAAN kedepan perlu diarahkan untuk: (1) Menguatkan peran Pemerintah Daerah dan masyarakat sipil; (2) Menumbuhkan jiwa kewirausahaan sosial; (3) Mengoptimalkan pemanfaatan hasil-hasil pelaksanaan program yang sudah terlaksana; dan (4) Pengembangan potensi sosial dan ekonomi di tingkat local.

Worshop yang digagas Masyarakat Belajar Perkotaan (MBP) itu dikandung maksud untuk mencari formula PEL. Ketua MBP Brebes Ir Masruri menjelaskan, selama ini belum ada data base UMKM yang bisa diakses oleh pelaku kebijakan. Kedepan, MBP dengan pendampingan dari PNPM MP akan menyusun katalog UMKM dan menerbitkannya baik dalam bentuk Website maupun leaflet, brosur.

Namun, untuk pengembangan PEL perlu political will Bupati dan Wakil Bupati. Misalnya, ketika Pemkab membuat produk kemasan air minum dari PDAM, maka segala jenis kemasan selain produk PDAM jangan di disuguhkan di dalam setiap kegiatan di masyarakat.

“Dengan political will tersebut, tentu salah satu produk kita akan maju,” imbuhnya. (ILMIE)