BrebesNews.Co 26 November 2013 Read More →

Musim Penghujan, 12 Pasien DBD Dirawat Di RSUD Brebes

* Tahun 2013 ada 11 kasus meninggal di Brebes akibat serangan DBD

dbd 020

BREBESNEWS.CO -Menyusul musim penghujan, pasien yang terkena Demam berdarah dangue (DBD) mulai menigkat. Di Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes saja di hari selasa (26/11), berdasarkan catatan medis di bangsal anak, sedikitnya sudah ada 12 pasien akibat terkena DBD. Kebanyakan pasien yang terkena DBD adalah anak-anak.

Sebagian anak yang terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aides Aygepti ini, merupakan rujukan dari puskesmas yang ada di kabupaten Brebes.

Sementara itu, mengantisipasi lonjakan pasien DBD tersebut, wakil direktur bidang pelayanan medis RSUD Brebes, dokter Khaerudin Bahri, sudah mengintruksikan petugasnya, untuk siaga serta adanya penambahan tempat tidur pasien, serta menambah obat-obatan untuk penyembuhan DBD.

” Saya sudah siapkan ntisipasi lonjakan pasien yang mungkin akan terus bertambah, mengingat sekarang sudah musim hujan. Hal ini, karena penyakin DBD akan terjangkit pada musim-musim hujan,” ujar dokter Khaerudin di ruang kerjanya ke sejumlah wartawan.

Sementara itu, berdasarkan catatan dinas kesehatan, di tahun 2013 ini, yang terkena DBD terdapat 556 kasus. 11 orang, yang kebanyakan masih tergolong anak-anak meninggal dunia.

Dokter Sri Gunadi, Mkes kepala Dinas Kesehatan kabupaten Brebes, saat ditemui usai rapat dengan komisi DPRD Brebes, senin(25/11) kemarin mengemukakan,Memasuki musim Penghujan penyakit yang rentan menyerang masyarakat yakni Malaria, Diare dan Demam Berdarah Dangue (DBD).

” Selain Diare, penyakit Demam Berdarah juga menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai pada saat musim hujan, karena akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti. Sering kali pada musim hujan akan banyak genangan air dan sampah yang dapat memicu berkembang biaknya nyamuk tersebut, ” ujar dokter Sri Gunadi.

Untuk itu dokter Sri Gunadi mengharapkan masyarakat agar berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu, mengubur kaleng-kaleng bekas; menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.

Masyarakat juga dianjurkan untuk segera membawa keluarganya ke sarana kesehatan apabila ada anggota keluargannya yang sakit dengan gejala panas tinggi yang tidak jelas sebabnya, disertai adanya tanda-tanda perdarahan. (AGUS SIMPE/HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi