BrebesNews.Co 23 December 2013 Read More →

Dandim 0713 Brebes, Bangkitkan Tradisi Sunat Brebesan

dandim-prosesi gendong bocah (1)

BREBESNEWS.CO -Usai diarak keliling seputar tempat tinggal, bocah yang baru disunat itu kemudian melewati prosesi gendong bocah, kemudian dulang bocah, usap sirah serta mendapat pecingan sing simbah. Prosesi itu adalah bagian dari tradisi Sunat Brebesan.

Meski saat ini tradisi sunat brebesan sudah jarang ditemui di tengah masyarakat, keluarga Dandim 0713 Brebes, Letkol. Inf. Cahyadi Imam Suhada berupaya menghidupkan lagi tradisi sunat asli brebes saat mengkhitankan putranya, Canka Dewa Lokananta (12), Sabtu lalu (21/12).

Alasan memilih prosesi tradisi Brebesan itu bukan sembarangan. Karena meski baru menjabat sebagai Dandim 0713 Brebes, Letkol. Inf. Cahyadi ternyata lahir di Desa Sitanggal Kecamatan Larangan. Karena itulah dia memilih prosesi tradisi asli brebes untuk mengkhitankan putranya.

Upaya menghidupkan tradisi asli Brebesan itu mendapat apresiasi dari budayawan Brebes, Drs. Atmo Tan Sidik.
Menurut Atmo yang juga Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Brebes, tradisi sunat brebesan memang sudah langka di tengah masyarakat. Padahal banyak kearifan lokal yang bisa diambil dari tahap prosesi sunatan itu.

Atmo menjelaskan, sunat brebesan berbeda dengan yang daerah lain, karena memuat beberapa tahapan prosesi. Pertama, tutur Atmo, adalah prosesi gendong bocah. Yaitu prosesi dimana anak atau bocah yang baru disunat digendong oleh ayahnya menuju singgasana atau kursi sunat.

Kemudian prosesi dilanjutkan dengan dulang ayam, dimana si anak di dulang atau disuap makanan oleh ayah, kakek dan keluarga lainnya. Setelah itu ada usap sirah, tanda rasa sayang pada si anak.

Prosesi diakhiri dengan tahapan pecingan atau pemberian uang saku, utamanya dari simbah atau kakek. Bocah yang baru disunat itu akan mendapat uang saku dari seluruh keluarga, bahkan teman sepermainan, besaran uang saku tidak masalah.

Menariknya, tambah Atmo, pecingan ini tidak boleh dimasukkan amplop atau wadah lainnya. Pecingan harus diperlihatkan agar setiap orang bisa melihat, kata Atmo.

Khitanan putra Dandim sendiri cukup meriah dan dihadiri banyak tokoh Brebes beserta para sesepuh Brebes. Bahkan, pada prosesi pecingan, Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE yang hadir bersama suami, Kompol Warsidin ikut memberikan pecingan pada Canka Dewa Lokananta. Tidak terkecuali para hadirin ikut pula memberi pecingan, termasuk putra Bupati Brebes, Rafi yang seumuran putra Dandim ikut mecingi.

Khitanan putra dandim semakin meriah dengan penampilan tari tradisional serta barongsai asal Kodim 0713 Brebes.( AFIF.A )

Posted in: Serba Serbi