By 25 December 2013

Target Sea Games Tak Tercapai, Salah Siapa (?)

Foto0156

* Abdul Wahyudin : Penikmat Olah Raga Tinggal Di Brebes

Masyarakat kita mungkin belum banyak yang tahu jika indonesia punya target sangat tinggi di Sea Games Myanmar tahun 2013. Target yang di patok yakni juara umum atau minimal masuk tiga besar. Namun kenyataannya seperti yang kita ketahui bersama jangankan juara umum masuk tiga besarpun kita tak mampu.

Indonesia cuma bisa menempati urutan ke empat dengan perolehan Medali Emas 65 Perak 84 dan Perunggu 111 jauh dibawah juara umum Thailand yang memperoleh medali Emas 107, Perak 94 Perunggu 81, Myanmar Emas 86, Perak 62 dan Perunggu 85, sementara Vietnam memperoleh Emas 73, Perak 86 dan Perunggu 86.

Padahal target kita adalah menyabet 120 medali emas yang terealisir cuma 65 mendali emas artinya cuma separuh dari target yang dicanangkan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI). Ada apa dengan ini semua?..

Tumpang Tindih KONI dan KOI

yang sangat jelas terlihat mungkin adanya tumpangtindih antara KONI dan Komite Olympiade Indonesia (KOI), dua lembaga yang seharusnya bersatu tapi ini malah berdiri sendiri-sendiri. Teorinya KONI mengurusi pembinaan atlet yang akan berlaga di sea games, sedangkan KOI mengurusi pemberangkatanya ke sea games kenapa mesti di pisah? jangan sampai ini karena ada alasan kepentingan tertentu.

Keterlambatan sarana pendukung juga sempat mencuat kepermukaan, idealnya atlet yang akan berlaga di Sea Games jangan sampai konsentrasinya tergangu oleh hal non teknis seperti ini.

Terlambatnya Uang Saku

Terus adalagi hal klasik yang di alami oleh atlet kita apalagi kalau bukan terlambatnya uang saku ini jelas sangat mengangu konsentrasi para atlet. sebenarnya SATLAK PRIMA mempunyai program yang sangat bagus yaitu: program bapak asuh atlet oleh BUMN yang berlangsung sampai dengan tahun 2016 ini sangat membantu sekali kesejahteraan para atlet.

Adalagi alasan terhapusnya cabang olahraga yang banyak mendulang medali emas bagi Indonesia seperti Tenis, Bola voli pantai memang ini berpengaruh tapi tidak krusial amat. Selain itu adalagi panitia lokal yang berbuat curang yang kebangetan. ini memang terjadi tapi bukankah sudah umum kalau tuan rumah pastinya ingin menang, seharusnya sedari dulu kita sudah tahu akan hal ini.

Menteri pemuda dan olahraga sudah mengakui bahwa dia yang paling bertangung jawab atas semua kegagalan ini, tapi bertangung jawab belumlah cukup untuk menghapus kekecewaan kita semua.

Harus ada langkah yang kongkret supaya hal seperti ini tidak terulang lagi di tahun-tahun yang akan datang. Harus ada pembinaan yang berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas para atlet kita. Regenerasi jangan sampai putus, perbaikan kesejahteraan atlet dipenuhi, prasarana pendukung juga mesti dipenuhi,.. Tahun depan Asian Games sudah menunggu. BUAT KAMI BANGGA SEBAGI BANGSA INDONESIA…. !!!

 

Posted in: Opini

About the Author: