BrebesNews.Co 8 January 2014 Read More →

Brebes Miliki Kantor Pelayanan Haji Satu Atap Pertama Di- Indonesia

PHT Satap6

BREBESNEWS.CO -Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah memiliki Kantor Pelayanan Haji Terpadu (PHT) satu atap  pertama di Indonesia.

“ Kantor PHT satu atap ini merupakan satu-satunya di Brebes bahkan di Indonesia,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah Drs H Khaeruddin MA saat menandatangani prasasti PHT Satap di komplek Kantor Kemenag Jalan Ahmad Yani Brebes, Rabu (8/1).

H.Khaeruddin sangat bergembira dengan adanya PHT Satu atap di kabupaten Brebes karena dapat meningkatkan mutu pelayanan calon jamaah haji. Sebagaimana target dari Kementerian Agama, peningkatan pelayanan haji harus terus ditingkatkan.
Dia juga memberitahukan bahwa mulai 1 Januari 2014 dana talangan dari Bank ditiadakan.

“Dengan adanya dana talangan ternyata membikin keruh akibat banyak calo yang memanfaatkan kelengahan calon jamaah,” terangnya.

Sedangkan untuk setoran pertama guna mendapatkan nomor kursi sebanyak Rp 30 juta per calon jamaah.

Kepala Kantor Kemenag Kab Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI menjelaskan, uji coba (PHT satap) sudah di mulai sejak 1 Oktober 2013. Pelayanan uji coba ini se-iring dengan selesainya pembangunan kantor PHT Satap di komplek kantor Kemenag.
kantor PHT Satap bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan haji dan umrah bagi warga Kabupaten Brebes.

“Membludaknya peminat haji di Kabupaten Brebes perlu diimbangi dengan pelayanan yang optimal,” kata Imam di dampingi Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Brebes H Moh Aqso.

Pelayanan yang diberikan meliputi tabungan haji, pembayaran setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), layanan perolehan porsi haji oleh Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), pelayanan pemeriksaan kesehatan haji atau surat keterangan sehat oleh dokter, pemotretan, pencetakan dan penggandaan foto haji.

Sebelum ada PHT Satu atap, kata Imam, calon jamaah haji harus melakukan proses pendaftaran saja membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebab, calon haji harus bolak-balik antara Bank Penerima Setoran BPIH, Puskesmas dan Kantor Kementerian Agama.

Ia menambahkan, terlebih dengan wilayah Kabupaten Brebes yang sangat luas, calon jamaah haji membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang cukup besar saat harus bolak-balik dalam melakukan proses pendaftaran haji.

“Dengan pelayanan satu atap, dapat memutus mata rantai yang panjang tersebut,” ujarnya.

Ketua Panitia Pembangunan Kantor PHT Satap H Oni Saroni menjelaskan, kantor pelayanan satu atap dibangun atap prakarsa calon jamaah haji tahun 2013. Mereka membentuk Tim 7 yang merupakan representasi dari calon jamaah haji Kabupaten Brebes Tahun 1434 H/2013 M.

Gedung yang dibangun di atas tanah milik Kantor Kemenag seluas lebih kurang 64 meter persegi menelan dana sebesar Rp 194,5 juta. Namun pemasukan hanya Rp 109,6 juta. “Sehingga kami masih memiliki tanggungan utang kepada pembuat gedung sekitar Rp 80 jutaan,” tutur Haji Oni.

Dalam launching ini, hadir juga bupati Idza Priyanti.SE, dengan memotong pita, sebagai tanda resmi di bukanya kantor Pelayanan Haji Terpadu (PHT) Satu Atap kabupaten Brebes. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi