BrebesNews.Co 16 January 2014 Read More →

Bulan Maulud, 157 Anak Yatim Di Tiga Tempat Mendapat Santunan

•Di Kelurahan Limbangan Wetan, Limbangan Kulon Serta Desa Banjaranyar

MAULID NABI 2

BREBESNEWS.CO -Nabi Muhammad SAW juga terlahir sebagai anak yatim. Namun dia tegar menghadapi segala cobaan hidup yang pada akhirnya menjadi pemimpin besar dunia. Maka sebagai anak yatim jangan sampai minder apalagi putus asa dalam menjalani hidup dan kehidupan. Yatim Piatu, besarkanlah hatimu semoga Tuhan Yang Satu, selalu melimpahkan rahmat-Nya padamu.

Hal tersebut disampaikan KH Saefudin Mahmud dari Jatirokeh Songgom Brebes, saat mengisi pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Darussalam Kelurahan Limbangan Wetan, Senin malam (13/1).

Menurut Kiai Saefudin, dengan posisi Nabi sebagai anak yatim memberi pelajaran kepada kita untuk tidak gampang menyerah. Asalkan, sejak dini ditanamkan sikap jujur, adil dan dapat dipercaya sebagai cerminan ahlak yang mulia.

“Ahlak mulia, akan menuntun kita ke jalan yang lurus dan mencapai kesuksesan,” ujarnya.

Nabi Muhammad, lanjutnya, diciptakan di dunia ini untuk menyempurnakan ahlak. Sehingga apapun kehidupannya, ahlak menjadi barometer kemuliaan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Nabi itu, teladan utama Islam. Kenapa harus mengidolakan yang lain?” tutur Kiai Saefudin.

Ketua Panitia Peringatan Maulid H Wika Agustyono SH menjelaskan, peringatan Maulid Nabi digelar sebagai upaya menyanjungkan kemuliaan Nabi dan meneladaninya. Diharapkan, pengunjung bisa mengambil hikmah dengan mencontoh ahlak Nabi, bisa berbagi dengan sesama, utamanya kepada anak yatim piatu.

Peringatan yang merupakan agenda tahunan itu, kata Wika, tidak hanya pengajian tetapi juga santunan kepada anak yatim. Sebanyak 157 anak yatim yang berasal dari Kelurahan Limbangan Wetan, Kelurahan Limbangan Kulon, dan Desa Banjaranyar.

“Tahun depan, Santunan Yatim Piatu akan kami libatkan dengan kelurahan dan desa tetangga, sehingga banyak lagi anak-anak yang disantuni,” kata Wika.

Pengurus Mushola Darussalam Limbangan Wetan Moh Toip menambahkan, selain pengajian setiap sore para remaja dan orang tua dilingkungan mushola membaca hadrah dan maulid barzanji yang berisi puji-pujian dan riwayat Nabi Muhammad SAW.

“Nabi, manusia paling mulia maka sudah seharusnya kita memuliakan dan meneladaninya,” imbuh Toip. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi