BrebesNews.Co 12 January 2014 Read More →

Sekda Brebes Rindukan Munculnya Atlit Nasional Lewat Kolam Renang ‘Tirta Kencana’

• Dari Forum SMS ( Silaturohmi Maring Sampeyan )

pantau kolam renang3

BREBESNEWS.CO -Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes H Emastoni Ezam SH MH mendesak kepada pengelola kolam renang Tirta Kencana Brebes agar meningkatkan pengelolaanya. Pasalnya, kolam renang di Kota Brebes hanya satu-satunya dan sangat dibutuhkan masyarakat untuk berolah raga dan rekreasi.

“Masyarakat kita sekarang tidak lagi berenang disungai, maka kita harus mengelola kolam renang dengan baik, dan perlu pembenahan fasilitas yang menyeluruh,” ujarnya saat meninjau keberadaan kolam milik Pemkab Brebes itu, Minggu (12/1).

Sekda melakukan peninjauan ke kolam renang Tirta Kencana dalam rangka melaksanakan program Silaturahmi Maring Sampeyan (SMS).

Dia melihat kolam renang sangat dibutuhkan masyarakat. Di samping itu, dia berharap lewat kolam renang ini terlahir atlet renang berkelas nasional. “Kita merindukan lewat kolam ini terlahir atlit nasional, syukur-syukur internasional,” tuturnya.

Untuk itu, dia sangat berharap pengelolaan kolam renang harus benar-benar profesional termasuk pemenuhan dan pembenahan sarana prasarana agar anak-anak tertarik dan betah renang.

Emastoni menyarankan, untuk meningkat jumlah pengunjung agar diadakan kerja sama dengan dinas pendidikan agar anak-anak sekolah semuanya bisa renang. “Kalau sejak dini sudah dilatih renang, saya yakin anak-anak Brebes akan sehat dan tidak stunting,” tuturnya.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes Supriyono SPd mengatakan, kolam renang Tirta Kencana dalam tahun anggaran 2014 akan terus dibenahi. Antara lain Peningkatan tribun, pembuatan gardu pantau SAR, gazebo dan pengecatan. Peningkatan tersebut, sejalan dengan tercapainya target PAD 2013 dari kolam renang.

“ Dengan tiket tanda masuk Rp 5 ribu, PAD dari kolam renang bisa nutup,” ujarnya.

Supri mengungkapkan, kolam standar nasional berukuran 25 X 50 meter itu tiap hari hanya dikunjungi antara 60 sampai 100 perenang.

“Tapi kalau hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai 500 sampai 600 orang,” ungkapnya.

Dia mengakui, kalau sekolah-sekolah belum maksimal menggunakan kolam renang. Ada sekolah yang belum tahu membedakan antara Waterboom dan kolam renang. “Kalau untuk pendidikan, hendaknya ke kolam renang jadi tidak bermain seenaknya,” tandasnya. (ILMIE)

Posted in: Olahraga