BrebesNews.Co 6 January 2014 Read More →

Habib Lutfie : Jangan Bangga Jadi Lulusan MTs

HARLAH1

BREBESNEWS.CO -Peringatan suatu kelahiran, bukanlah suatu kebanggaan tetapi merupakan tantangan. Tantangan untuk menghadapi melewati jembatan emas kehidupan berikutnya. Jangan hanya bangga dengan apa yang telah diperoleh sementara jembatan emas yang masih terlalu panjang belum dilewati.

Hal tersebut disampaikan Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah Habib Lutfie bin Ali Yahya saat menyampaikan ceramah pada peringatan Hari Lahir ke-35 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Brebes di halaman sekolah, Senin (6/1).

Pada siswa siswi MTsN Model Brebes, habib berpesan jangan bangga saja sebagai alumni MTs sementara tidak mampu membuktikan diri. Jadilah ekonom, dokter specialis, ahli pertanian, teknokrat dan lainnya tetapi yang memiliki kemampuan ahli quran, beriman dan bertakwa.Mampu membedah Al Quran yang memiliki kandungan ilmu dunia akherat.

“ Untuk itu, gunakan waktu seefektif mungkin untuk menimba ilmu sejak dini,” pesan Habib.

Kepada para siswa, juga jangan lupa menyiapkan buku harian belajar. Dalam artian ketidakmampuan saat menangkap pelajaran hendaklah dicatat terus untuk ditanyakan kepada guru segala kesulitan pelajaran yang dihadapinya.

Habib menceritakan betapa Sunan Ampel yang memiliki 11 anak tetapi seluruhnya berhasil. Begitupun tokoh pewayangan yang digambarkan oleh Sunan Kalijaga, pada hakekatnya gambaran kebaikan dan keburukan. Seperti tubuh hitam yang dimiliki oleh Kresna, Werkudara dan Semar memiliki tubuh hitam yang menggambarkan keteguhan jatidiri.

Para tokoh yang ada di diri para wali sanga, lanjutnya, juga ada pada para siswa. “Para siswa, penerus perjuangan yang terdahulu,” tuturnya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah Drs H Khaeruddin MA, melihat bahwa lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag baru mendapat pengakuan pada tahun 2003. Setelah 10 tahun diberi kepercayaan untuk mengelola pendidikan, ternyata tidak kalah dengan pendidikan formal lainnya. Berbagai prestasi gemilang telah ditorehkan oleh sekolah MI, MTs, MA maupun IAIN.

“Prestasi Madrasah, sangat gemilang sehingga tidak mengecewakan,” tuturnya.

Kemenag Prov Jateng, lanjutnya, pada tahun 2014 mendapatkan DIPA sebesar Rp 6 Trilyun. Antara lain untuk BSM sebesar Rp 1,3 Trilyun dan BOS Madrasah sebesar Rp 1 Trilyun. Itu artinya, pendidikan agama dan keagamaan telah mendapat pengakuan dari pemerintah. PP 55 telah mengamanatkan bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban untuk membantu pendidikan agama dan keagamaan di daerahnya masing-masing.

“Sinergitas antara Kemenag dan pemkab harus dibangun untuk meningkatkan SDM,” kata Khaeruddin.

Kepala MTs N Model Brebes Drs H Moh Muntoyo MPd menjelaskan, Harlah ke-35 dikandung maksud sebagai ungkapan rasa syukur dan apresiasi serta wahan instrospeksi demi kemajuan sekolah ke depan.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dalam sambutannya mengaku sangat gembira dengan perkembangan MTs Negeri Model Brebes yang telah mengaami kemajuan yang cukup signifikan. Sehingga memberi kontribusi yang nyata terhadap penanaman akhlakul karimah. “Sangat menggembirakan MTs Negeri Model Brebes dalam menata akhlakul karimah peserta didik,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, diberikan hadiah kepada para pemenang lomba dan pementasan kreatifitas siswa. Antara lain tari saman, drama dengan bahasa inggris yang mengambil Siti Masithoh serta penampilan hadrah dan band siswa. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan, Serba Serbi