BrebesNews.Co 21 February 2014 Read More →

Data Per-tahun Kasus Demam Berdarah di Brebes Meningkat Drastis

dbd

* Di Brebes 2012 akibat DBD 7 orang meninggal dan 2013, 13 orang meninggal

BREBESNEWS.CO -Masyarakat yang sehat di tandai oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan dan prilaku hidup sehat. Memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu.

Untuk mencapai derajat kesehatan masyrakat yang optimal program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular menitik beratkan kegiatan pada upaya mencegah berjangkitnya penyakitnya.

“Sejumlah penyakit yang menjadi prioritas penganan pemerintah daerah kabupaten Brebes yakni, seperti TBC, Malaria dan Demam Berdarah,” kata Kasi Perencanaan dan Evaluasi Dinkes Ismawan Nurlaksono,S kes Jumat( 21/2).

Penyakit DBD, mendapat prioritas serius karena aada kecenderungan tiap tahunnya penderita bertambah hingga menimbulkan korban jiwa, tambah Ismawan.

Berdasarkan catatan data Dinas Kesehatan,di kabupaten Brebes Demam berdarah meningkat tajam.Terbukti tahun 2012,Terdapat 205 Kasus DBD dengan angka kematian 7 orang. Sedangkan tahun 2013, terdapat 662 kasus dengan angka kematian 13 orang, atau meningkat hampir 50 prosen.

“Berdasar data dinas kesehatan inilah, ada kecenderungan kenaikan drastis untuk penyakit DBD atau penyakit yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk Aides Aegepty ini,” ujarnya lagi.

Ismawan mengemukakan, untuk tahun 2014, meski sudah tercatat banyak yang terkena DBD, namun belum ada kasus kematian penderitanya.

Adanya peningkatan angka kematian akibat DBD tersebut, kini mendapat perhatian serius pemerintah daerah kabupaten Brebes.

Menurut Ismawan, peningkatan angka kematian akibat Demam Berdarah di sebabkan pola masyarakat yang kurang memperhatikan masalah kebersihan lingkungan. Selain itu,faktor cuaca seperti curah hujan yang berlebihan.

”Kita sudah melakukan pencegahan dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan Fogging. Kita juga melakukan sosialisasi tentang kebersihan lingkungan dengan program 3 M, yakni Menguras (bak mandi), Menutup solokan dan Mengubur barang-barang yang sudah tidak terpakai hingga menimbulkan genangan,” tandas Ismawan mengakhiri wawancaranya. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi