BrebesNews.Co 7 February 2014 Read More →

Harga Bawang Merah Di Brebes Drop, Per-kilo Hanya 7000 Rupiah

bawang 2

BREBESNEWS.CO- Hingga saat ini, bawang merah Di Brebes mengalami penurunan harga yang signifikan. Per-kilogram harga bawang merah hanya 7000 rupiah. Padahal untuk titik impas paling tidak harga per-kilogram nya 15 ribu rupiah.

“Harga sekarang turun drastis. Untuk per-kilo hanya 7000 rupiah. Sedang saat membeli bibit bawang saja sudah 3000 juta rupiah perkwintalnya,” ujar Wagito petani bawang asal desa Wangandalem Kecamatan Brebes, Jum at siang (7/2).

Menurut Wagito kalau di reng-reng harga bibit 1 kwintal sudah dua juta rupiah. Sementara tanaman bawangnya yang 1/4 Hekatare butuh bibit paling tidak 2 Kwintal, atau paling tidak butuh 6 juta rupiah untuk keperluan bibitnya.

Sedang panen bawang dari 1/4 Hektare tanaman bawangnya hanya dapat 8 kwintal saja. Bila harga 7000 rupah perkilonya, berarti dirinya hanya memperoleh hasil Panen bawang hanya 5,6 juta rupiah.

” Dengan hasil jual bawang yang 5,6 juta rupiah, jelas untuk menutup modal harga bibit yang 6 juta rupiah juga belum dapat. Hasil bawang tersebut belum dihitung beli obat-obat pertanian, beli pupuk, ongkos tenaga kerja serta ongkos tenaga memanen. Petani rugi besar sekali,” kata Wagito.

Dalam perhitungan Wagito, untuk bisa hasil paling tidak harga bawang merah di kisaran 12 hingga 15 ribu rupiah.

Sementara itu, ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) kabupaten Brebes, Ir. Masrukhi Bachro mengatakan, turunnya harga bawang merah di duga karena banyaknya bawang import yang membanjiri Indonesia, yang datang lewat pelabuhan Belawan Medan.

Lebihlanjut Masrukhi menyesalkan adanya Peraturan Menteri Perdagangan nomor 47 tahun 2013, yang hanya mengatur harga tertinggi bawang merah. Diperaturan itu menyebutkan bila harga bawang di atas 25 ribu atau diatas harga referensi pasar, pedagang (Importir) boleh mendatangkan bawang import. Namun antisipasi Kementrian Perdagangan bila harga bawang dalam kondisi terpuruk tidak di sebutkan dan dicari solusinya melalui aturan-aturan yang ada.

“Kalau harga bawang merah sedang berharga rendah seperti sekarang ini, petani hanya bisa gigit jari,” tandas Masrukhi. (AFIF.A)