BrebesNews.Co 3 March 2014 Read More →

Polisi Brebes Amankan 3 Tersangka Pembunuhan di Desa Sitanggal

ferdy samboo

* AKBP Ferdy Sambo

BREBESNEWS.CO – 3 orang atas pembunuhan Ahmad Rofik (30) bin Ahmad Jeni asal desa Sitanggal RT 5 RW I, kecamatan Larangan, akhirnya di tetapkan tersangka. 3 Tersangka itu antaranya ber-inisial ZMR (33), MJI (28), THO (25), semuanya warga desa Sitanggal kecamatan Larangan.

Pernyataan ditetapkan ke 3 tersangka tersebut diatas yakni dari Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo usai gelar simulasi Pemilu dan gelar perkara kasus di Mapolres Brebes (3/2).

Menurut Ferdy Sambo, selain 3 tersangka, polisi juga menetapkan 5 orang Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus pembunuhan dengan cara pengeroyokan ini. Ke-5 DPO tersebut yakni, RMI, IMR, RHM, AJ dan TRKN.

“Para DPO sedang kami kejar untuk bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tambah Sambo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad Ropik dianggap oleh warga sekitar rumahnya di desa Sitanggal mempunyai kelainan pikiran yang tidak normal dan sering mengganggu warga sekitar rumahnya.

Oleh beberapa warga kemudian berinsiatif membuat Ropik yang suka marah dan menggangu warga di keroyok ramai-ramai. Naas bagi Ropik, pengeroyokan warga justru mengakibatkan hilanganya nyawa. Ropik akhirnya meninggal dunia pada bulan November 2013 lalu.

Orang tua Ropik, Ahmad Jeni mulanya mendiamkan peristiwa itu, dan tidak melaporkan yang diperbuat warga. Namun atas beberapa desakan warga lainnya kasus Ropik-pun diangkat hingga dianggap sebagai tindakan kriminal.

Secara kronologis pembunuhan Ropik atas berita acara penyidikan Polres Brebes menyebutkan, para tersangka secara bersama-sama melakukan kekerasan pada korban (Ropik), dengan mengeroyok menggunakan potongaan kayu, batu cangkul serta kepalan tangan kosong. Akibat pengeroyokan itu Ropik tewas.

Dari perbuatan para tersangka polisi menjerat dengan pasal 170 ayat 1 KUHP yakni tindak pidana dengan secara bersama-sama melakukan tindakan kekerasan, hingga timbulnya kematian.

Mereka, para tersangka di anacam dengan hukuman selama-lamanya 12 tahun penjara. (AFIF.A)

Posted in: Kriminal