BrebesNews.Co 30 April 2014 Read More →

Danramil 02 Jatibarang Kapt.Nurhadi : Krisis Akhlak Jadikan Orang Halalkan Segala Cara

??????????

BREBESNEWS.CO -Menurut Nurhadi, saat ini ada kecenderungan masyarakat yang sudah terbawa krisis wawasan kebangsaan utamanya krisis akhlak-moral serta sosial budaya.

“Dalam krisis ini, orang akan menghalalkan segala macam cara. Disamping itu makin timbulnya rasa tidak puas serta menjamurnya hedonisme. Sedangkan krisis sosial ditandai dengan terkikisnya budaya luhur, merebaknya egoisme juga individualisme,” terang Danramil 02 Jatibarang Kapten Nurhadi saat memberikan uraian di acara seminar Pemantapan Nilai Nasionalime dan Kebangsaan bagi pelajar SMP/MTs, SMA/MA/SMK tingkat kabupaten brebes yang dilaksanakan di Gedung Korpri Brebes, Selasa (29/04).

Sementara menyoroti soal bela negara, Danramil 02/Jatibarang menyebut definisi bela negara yakni sikap dan perilaku warga yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin keberlangsungan hidup bangsa dan negara.

“Adapun nilai-nilai bela negara meliputi cinta tanah air, sadar berbangsa-bernegara, yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa-negara serta memiliki kemampuan awal bela negara,” imbuh Kapten Inf Nurhadi.

Kegiatan bertajuk “Membangun Semangat Nasionalisme dalam Mengimplementasikan Nilai-nilai Kebangsaan demi Utuhnya NKRI” diikuti kurang lebih 300 peserta dari seluruh sekolah yang ada di Brebes, dengan di buka oleh Bupati Brebes IDza Priyanti SE.

Hadir sebagai narasumber dari Pemprov Jateng Bapak Heri (Dosen Unnes) , Danramil 02 / Jatibarang Kapten Inf Nurhadi mengetengahkan yang dahulu kita kenal dengan
“Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) sekarang dirubah menjadi PKBN (Pendidikan Kesadaran Bela Negara), dalam rangka Keutuhan NKRI” dan Drs. Budi Andjar, M.Pd (Kabid Dikmen Dindik Kab. Brebes) dengan materi “Kepemimpinan”.

Sementara itu, Idza dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa sudah sewajarnya anak didik harus bisa mengetahui wawasan kebangsaan yang lebih jauh. Sebab menurut Idza sekarang merupakan era globalisasi, dimana sekat geografis, ideologi dan kebangsaan di dunia sudah terhubung satu sama lain lewat teknologi internet.

“Saya harap siswa-siswi sekarang bisa menyaring kebudayaan mana yang perlu diikuti atau tidak. Karena dengan tidak memahami wawasan kebangsaan ini, siswa-siswi yang notabene menjadi generasi mendatang bisa dengan mudah disusupi kebudayaan ataupun ideologi yang merusak,” tandas Idza. (AFIF.A)

Posted in: Pendidikan, Serba Serbi