BrebesNews.Co 29 April 2014 Read More →

Ganggu Keberadaan Masjid, Indomart di Kluwut Diminta Ditutup

indomart

*Ilustarasi

BREBESNEWS.CO -Beberapa Warga Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba,tetap meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, untuk menyegel keberadaan mini market Indomaret illegal yang sudah beberapa bulan sudah beroperasi di desanya.

Seperti di beritakan sebelumnya,Indomaret yang terletak di samping Masjid Baitul Mu’minin Desa Kluwut tidak miliki izin dan dianggap telah membuat resah warga setempat. khususnya para pengurus masjid tersebut.

Hal itu seperti yang diungkapkan ketua pengurus Masjid Baitul Mu’minin Ustad Imam Yahya pihaknya bersama pengurus masjid lainnya meminta kepada Pemkab melalui Satpol PP Kabupaten Brebes untuk melakukan penutupan Indomaret tersebut secara permanen.

Pasalnya, diketahui Indomaret tersebut tidak memiliki izin IMB, Tempat usaha Undang-undang gangguan (HO), TDP dan ijin usaha toko modern. “Karena itu, kami bersama pengurus Masjid dan warga meminta agar Satpol PP memberikan sanksi tegas. Sebab, ini adalah bentuk pelecehan terhadap kewibawaan Pemkab dan masyarakat Brebes,” ujar Ustad Imam Yahya, Selasa (29/4)

Meskipun pihak perwakilan dari Indomaret tersebut sudah melakukan komunikasi dengannya, namun kata Ustad Imam Yahaya, hasil rapat pengurus dan warga tetap meminta untuk dilakukan penutupan Indomaret tersebut. “Ini karena sudah menimbulkan keresahan dan fitnah di kalangan ummat,” ungkapnya.

Menurutnya persoalan ini,sudah dikoordinasikan melalui surat peberitahuan edaran yang dibuat dengan ditujukan kepada Bupati Brebes, Ketua DPRD, Ketua Pansus VIII DPRD, Kepala Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) dan Kepala Satpol PP setempat.

Secara terpisah, Kasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Trantibum Satpol PP Brebes, H. Abdul Gofir SH, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemanggilan dua kali terhadap pihak perwakilan Indomaret.namun masih menunggu panggilan berikutnya.

” kami akan melakukan pemanggilan yang ketiga kalinya untuk meminta penjelasan lebih lanjut, setelah itu baru akan kami lakukan eksekusi terhadap Indomaret itu,” tandas Ghofir. (HENDRIK)