BrebesNews.Co 7 April 2014 Read More →

Karyawan Setda Bagian Humas Brebes Tertipu Telepon Tak di Kenal

bambang

*Bambang Sugiarto

BREBESNEWS.CO – Bambang Sugiarto, karyawan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bagian sekertariat Humas Kabupaten Brebes, tertipu oleh oknum tak dikenal lewat telepon selulernya. Penelpon tersebut, tiba-tiba saja meminta uang 200 ribu rupiah dengan alasan meminjam untuk keperluan tilang kendaraannya yang di razia lalu-lintas gabungan Polres dengan Polda Jawa Tengah.

Bambang mengaku kejadian yang dialami pada Minggu malam (6/4) saat dirinya berada di rumah istrinya di Surodadi Kabupaten Tegal.

“Saya tidak menyangka akan kena tipu. Pasalnya penelpon yang tidak diketahui identitasnya mengaku bernama Ali, yang pernah Praktek Kerja Lapangan (PKL) di kantornya,” ujar Bambang Sugiarto kepada BREBESNEWS.CO di kantor sekertariat bagian Humas Kabupaten Brebes Senin, (7/4/2014), dengan menunjukan bukti rekening yang ditransfer lewat e-bangkingnya.

Menurut Bambang tadinya dia sempat gamang dan tidak percaya, yang nelepon Ali. Namun ketika dirinya menebak bahwa penelepon tersbut bernama Ali, penelpon gelap itu langsung mengakuinya bahwa dirinya Ali. Dari sinilah penipuan terjadi. Mulanya penelpon tersebut yang mengaku bernama Ali meminta dikirim uang secara transfer sebesar 200 ribu rupiah, untuk mengganti uang tilang razia kendaraan bermotornya.

“Tadinya saya tidak percaya dan merasa ada yang tidak beres dengan penelpon itu, namun lama-lama seperti ter-hipnotis dirinya menuruti saja permintaannya,” tambah Bambang lagi.

Untuk tahap awal dirinya mentransfer lewat rekening e-banking sebesar 100 ribu rupiah, karena uang direkening tidak cukup lalu ia pergi ke caunter saudaranya, dan mentransfer lagi sejumlah 100 ribu rupiah lagi, tambah Bambang.

Bambang merasa tersadar setelah dirinya sampai di rumah. Setelah kejadian itu dia telepon balik kepada nomor bersangkutan, perihal kapan uang akan dikembalikan. Namun ketika di telepon, jawaban yang diterima malah marah-marah katanya justru mengaku dirinya dari petugas kepolisian.

Bambang berharap, penipuan yang menimpa dirinya menjadi pelajaran masyarakat lain yang merasa menerima penelpon gelap tak dikenal lalu tiba-tiba meminta sesuatu.

“Mudah-mudahan musibah penipuan lewat telepon tak dikenal menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya, agar selalu waspada dan tidak gampang percaya dengan telepon nomor tak dikenal yang mengaku pernah berhubungan persahabatan atau lainnya,” tutur Bambang. (AFIF.A)

Posted in: Serba Serbi