BrebesNews.Co 3 April 2014 Read More →

KPMDB Brebes-Tegal Sesalkan Tim Pansel PDAM Yang Lamban Bekerja

KPMDB

BREBESNEWS.CO -Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) dari wilayah Brebes-Tegal, menyesalkan kerja tim Panitia Seleksi Direktur Perusahaan Air Minum (PDAM) yang bertele-tele dan terasa lamban. Padahal sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2013, direktur PDAM harus ada secara definitif setelah 6 bulan sejak Perda ini disahkan, yakni bulan maret 2013 lalu.

“Sesuai mekanisme kerja, seharusnya ketika Perda disahkan, Pemerintah Daerah segera merealisasikan apa yang menjadi amanat Perda. Kalau hingga sekarang, sampai hampir satu tahun belum ditentukan dirut PDAM, berarti Pemerintah Daerah sudah melanggar Perda,” ungkap Ulul Abshor ketua KPMDB Wilayah Tegal-Brebes saat beraudensi dengan tim Seleksi PDAM Kamis, (3/4) di gedung OR Setda Brebes.

Audiensi, dihadiri 9 anggota perwakilan KPMDB Brebes-Tegal dan tim selekssi dihadiri ketuanya Ir.Mohamad Iqbal beserta sekartaris panitia selaksi Daan Susanto berikut satu anggotanya.

Menurut Ulul , kalau Perda sudah jadi harusnya sudah menjadi acuan penentuan seleksi direktur PDAM, tapi kenyataannya tim seleksi masih saja mau meminta pertimbangan bagian hukum Departemen Dalam Negeri ke Jakarta.

“Kalau begini, berarti Perda yang di buat terkesan Muspro. Bukankah dengan langkah itu akan membuang-buang biaya saja,”ungkapnya lagi.

Mohamad Iqbal ketua Panitia Tim seleksi mengatakan, tim seleksi ke bagian hukum Depdagri di Jakarta hanya minta saran berikut pertimbangan agar dalam melaksanakan seleksi terjadi singkronisasi antara Perda dan Peraturan Bupati (Perbup).

Sementara perwakilan KPMDB lainnya, Yoccki menanyakan lambatnya penentuan dirut PDAM Brebes, berakibat memunculkan kecurigaan dari berbagai kalangan masyarakat. Masalahnya dengan lamabnnya kerja Pansel membuat masyarakat curiga akan terjadinya disain penggiringan salah satu calon agar bisa lolos menjadi dirut PDAM, seperti yang banyak diberitakan media lokal.

Menjawab masalah itu, Daan Susanto mengatakan bahwa panitia seleksi akan bekerja sesuai aturan. Dirinya jelas tidak akan ber-main menentukan salah satu calon.

“Tim seleksi hanya menyeleksi kelengakapan adminitrasi. Adapun setelah itu diajukan ke tim penguji yang selanjutnya, tinggal Bupati yang akan memilih layak atau tidaknya calon direktur PDAM tersebut,” ujar Daan.

Menurut Daan, sesuai aspirasi masyarakat yang meragukan pengalaman salah satu calon yang mempunyai pengelaman sebagai direktur/pimpinan di perusahaan dengan standar ISO. Dirinya beserta panitia tim seleksi lain dari legislatif H.Illia Amin dan Abdulah Syafaat, akan cros cek atau verifikasi lebih lanjut ke perusahaan yang menjadi referansi pendaftaran si calon yakni atas nama Chamami SE,MA.

Seperti diketahui dalam penentuan direktur PDAM Brebes yang tengah berlangsung dan sudah pada tahap seleksi, ada dugaan bupati akan mengarahkan sesorang calon bernama Chamami. Chamami diragukan sebagian kalangaan, terutama LSM di Brebes karena disamping sebagai kader politik PAN,(meski berdasar pengakuannya sudah keluar dari partai PAN), pengalaman kerja Chamami sebagai menejer atau pimpinan di perusahaan bersertifikat standar Internasional (ISO) selama 15 tahun juga diragukan. Hal ini mengingat Chamami pernah jadi anggota Dewan, dan usianya juga masih muda untuk menduduki level top menejer.

Pendaftar PDAM Tercatat 5 orang, antaranya Karmai SE, Chamami SE,MA, Agus Purnomo, Mohamad Ma’ruf dan Eko Patriyanto. (*)

Posted in: Serba Serbi