BrebesNews.Co 13 April 2014 Read More →

KPMDB Bregas ( Brebes, Tegal, Slawi) Bedah Novel, Bintang di Atas Alhamra

bedah novel

*Ang Zen di depan mahasiswa KPMDB Brebes

BREBESNEWS.CO -Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) untuk wilayah Brebes Tegal dan Slawi (Bregas) melakukan bedah Novel Bintang Di Atas Alhamra (BDA). Novel karya Ang Zen ini dibedah sebagai upaya penggalian apresiasi sastra bagi pel;ajar dan mahasiswa sehingga lebih memahami secara detail dunia sastra.

“Kita harus menumbuhkan sastra di kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga kehidupannya menjadi lebih indah,” kata Ketua KPMDB Wilayah Brebes Syifaul Fuadz di sela bedah novel yang digelar di Pendopo Bupati Brebes, Sabtu (12/4/14).

Menurutnya, kecintaan generasi muda terhadap novel dan karya-karya sastra lainya masih sangat rendah. Padahal dengan dunia tulis menulis, proses kreatif bisa tumbuh dan minat baca makin tinggi. “Sengaja kami datangkan langsung penulisnya, untuk memberi motivasi pelajar dan mahasiswa Brebes bergairah menulis,” terangnya.

Ang Zen, Sang Penulis kelahiran Kuningan ini dalam bedah novel tersebut lebih banyak menceritakan pergulatan dirinya membuat sebuah novel. Dari pengalaman pribadinya yang berlatar belakang santri hingga kemudian menempuh pendidikan ke eropa, membuat novelnya makin hidup dan berwarna.

Dikisahkan, seorang anak kampung bernama Iip yang beruntung bisa mewujudkan mimpinya sekolah di Universitas ternama di Melbourne Australia. Lantas bersama sahabatnya berkelana ke Eropa. Dia berputar-putar di Australia yang akhirnya singgah di Andalusia Spanyol. Kisah hidupnya di pesantren tradisional dan kehidupan modern di Australia dan Eropa menjadi pergulatan hati yang sangat menarik untuk di baca.

Petualangan yang digambarkan Ang Zen bukan kisah muda-mudi lajang yang seperti yang digambar-gambarkan novel-novel lainnya. Tetapi kisah ini merupakan petualangan keluarga muda yang hidup di luar negeri karena Iip harus sekolah. Konflik antara Mira istri Iip dan Lisa Gomes sahabat Iip yang Katolik karena menemani petualangan Iip sangat menarik untuk disimak.

Dalam kesempatan tersebut, Iip memberi motivasi kepada pelajar dan mahasiswa Brebes untuk gemar menulis. Menulis diawali dengan menulis Diary (catatan harian) di buku ataupun difolder komputer. Akan sangat memberi arti ketika seseorang mengabadikan dirinya lewat tulisan. “Umur Saya, mungkin akan lebih pendek dengan karya tulisan saya karena akan selalu dikenang dan menjadi bahan perbincangan dan kajian hingga beratus-ratus tahun,” kata Ang Zen.

Bedah Novel di moderatori Budayan Pantura Atmo Tan Sidik. Sebagai pembahas sejarawan Brebes Wijanarto.

Bedah novel diikuti sekitar 300 siswa dan guru serta mahasiswa. Turut hadir dalam kesempatan tersebut penerima hadiah sastra Rancage Lanang Setiawan dari Tegal. Kepada penanya yang terbaik disediakan hadiah novel dari Ang Zen. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi