BrebesNews.Co 3 April 2014 Read More →

Makelar Jabatan (!)

BIROKRASI [Lebar Max 1024 Tinggi Max 768]

Oleh : Afif Arfani

Seperti biasa, bila memasuki masa rotasi jabatan di Kabupaten Brebes, yang timbul bukan sebuah kepuasan justru mendatangkan kecurigaan.

Dulu, awal-awal pergantian jabatan di Pemkab, diwanai dengan isu dikotomi Wonge Agung-Wonge Idza. (PNS yang berafiliasi membela salah satu kandidat bupati), Namun seiring dengan jalannya roda pemerintahan, mutasi atau rotasi pejabat di

Pemerintah kabupaten Brebes, justru yang penulis dengar sekarang dalam merotasi jabatan dikotomi Wonge Agung-Wonge Idza bukan lagi menjadi acuan, tapi yang menjadi acuan justru ‘ Wonge Sing Duwe Duit ‘. (memilukan memang, namun menyatakan adanya dugaan makelar jabatan tidak bisa dibenarkaan dengan hanya sekadar menebak-nebak).

Seperti yang sempat diberitakan salah satu media cetak lokal, ada PNS yang ditawari salah satu orang oknum makelar jabatan, yang menyatakan untuk dapat jabatan empuk bisa diupayakan dengan membayar tarif sekitar 50 hingga 100 juta rupiah.

Alhasil rotasi Jabatan yang dilaksanakan minggu-minggu lalu tepatnya 14 maret 2014, menyisakan pertanyaan mendalam tentang kecurigaan adanya Makelar Jabatan. Pasalnya, seperti yang diungkapkan LSM Gerakan Berantas Korupsi (GEBRAK) yang mensinyalir adanya jual beli jabatan lewat makelar, karena tidak terjadi singkronisasi jabatan.

Dalam rotasi jabatan tersebut, setidaknya adanya 3 orang pejabat eselon III.b setingkat Kepala Bidang (Kabid) yang langsung atret ke eselon II.b, tanpa melalui eselon III.a. (Kepala Kantor/Kepala Bagian/Sekertaris). Ke 3 Catatan tersebut antaranya Ir. Nuhsy Mansur M.Sc yang semula Kabid di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi Kepala Dinas PU. Sutejo SE, Kabid di Bappeda menjadi Kepala Dinas UMKM dan Tandi API, yang semula Kabid di Dinas Kelautan dan Perikanan, menjadi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Brebes.

Dari ke 3 catatan inilah LSM GEBRAK, yang mendasari adanya kecurigaan terjadinya Makelar Jabatan, karena tidak menggunakan Daftar Urut Kepangkatan (DUK).

Dengan derasnya pemberitaan dugaan Marjab ( mekelar jabatan ) ini, Anggota Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjakat) yang bertanggungjawab memutasi beberapa jabatan-pun pasang badan membela diri. Sekda Emasthoni Ezam mengatakan bahwa mutasi jabatan di Kabupaten Brebes ditanggung nol rupiah atau tidak ada pejabat-pun yang membayar sepeser-pun. (Radar Tegal Selasa, (1/4) ).

Sogok Menyogok Dalam Terminologi Islam

Mengenai Sogok menyogok dalam jabatan, penulis mencoba menyentil kembali hukumnya secara Islam dan Hukum Positif seperti yang di cuplik dalam jurnal www.republika.co.id dan muslim-magz.blogspot.com 2013

Nabi Muhammad SAW menegaskan dalam hadisnya, “Orang yang menyogok dan orang yang disogok, masuk neraka. (HR Bukhari).” Meski sebagian ulama masih memperdebatkan posisi suap dalam meraih pekerjaan.

Begitu banyak hadits yang melarang kita untuk melakukan praktek sogok menyogok.

Dari Abdullah bin Amr ia berkata : Rasulullah SAW melaknat orang yang menyogok dan menerima sogokan (HR Turmudzi. (ia hukumi sebagai hadits hasan), Ibnu Hibban dalam shahihnya dan Imam al-hakim). Mereka menambahkan : dan orang yang menjadi perantara dalam sogok menyogok.

Dari hadits diatas bisa kita simpulkan bahwa sogok menyogok tidak hanya menjerat orang yang menyogok atau yang menerima sogokan saja tapi mediatornya juga : yang memberi jalan, membantu, menuliskan dan sebagainya baik berbentuk lembaga ataupun perorangan.

Terlepas benar atau tidak adanya sogok menyogok dalam memperoleh jabatan memang susah untuk dibuktikan secara kasat mata. Namun bila ini terjadi, dampak tidak proporsional dari sebuah penempatan jabatan yang dipaksakan, justru akan me-mandekan kreatifitas para PNS lainnya yang merasa mampu dan mumpuni secara keilmuan.

(Toh, PNS di Brebes banyak lulusan perguruan tinggi terbaik yang mungkin secara intelektual dan nalar bisa menjadikan birokrasi di Brebes lebih punya visi yang jelas).

Kalau Mao Zedong dalam revolusinya membuat strategi Desa Mengepung Kota, apakah Leadership atau Pimpinan di Kabupaten Brebes hanya karena uang akan gunakan startegi Orang Bodoh Mengepung Birokrasi (?)

Quo Vadis, Mau dikemanakan Brebes….(!)

Penulis adalah Redaktur BREBESNEWS.CO

Posted in: Opini