BrebesNews.Co 17 April 2014 Read More →

Plong! Penantian 14 Tahun Tukar Guling Kawasan Hutan di Salem Mulai Kelar

urip2

*) Terkait Tukar Guling Kawasan Hutan bekas Bencana Longsor

BREBESNEWS.CO -Perasaan plong dan sumringah terlihat dari raut wajah warga desa Windusakti dan Gunungjawa Kecamatan Salem. Pasalnya, setelah menunggu selama 14 tahun.akhirnya tukar guling antara warga desa dengan pihak Perhutani sudah klar dengan terbitnya ijin prinsip dari Kementerian Kehutanan RI.

Kedua desa tersebut terpaksa bedol desa ke lokasi tanah kawasan hutan milik Perhutani setelah dilanda bencana tanah longsor pada 23 Februari 2000 silam.

“Alhamdulillah, ijin prinsip sudah turun,” kata Camat Salem Urip Rosidik SIp atas nama warga menyampaikan kegembiraannya, Kamis (17/4/14).

Urip menjelaskan, warga Windusakti dan Gunungjaya ibarat duduk sudah kursinya sudah ‘jejeg’. “Mereka sudah mantap menghuni kawasan, termasuk pengelolaan kawasan untuk bercocok tanam dan kegiatan pertanian lainnya,” ujarnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE membenarkan, ijin prinsip dari Menteri Kehutanan RI perihal persetujuan prinsip tukar menukar kawasan hutan atas nama Bupati Brebes untuk penempatan korban tanah longsor warga Desa Windusakti dan Desa Gunungjaya sudah terbit. Ijin tersebut bernomor S.97/Menhut-II/2014 tertanggal 18 Februari 2014 ditandatangi langsung oleh Menteri Kehutanan RI Dr Zulkifli Hasan SE MM.

Dalam ijin tersebut, kata Bupati, Menteri menyetujui permohonan tukar menukar kawasan hutan seluas 177,8 hektar.
Kami terus mengupayakan turunnya penerbitan Keputusan Menteri Kehutanan tentang Penetapan lahan pengganti dan pelepasan kawasan hutan yang dimohon. “Proses penerbitan SK Menteri mudah-mudahan tidak terlalu lama,” katanya.

Sebelumnya, telah dilakukan kajian dari Pusat Penelitian Biologi, LIPI pada bulan September 2013.
Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE juga telah mempresentasikan keadaan masyarakat desa Windusakti dan Gunungjati di Kementerian Kehutanan 27 Agustus 2013 dan mendapat tanggapan yang serius dari kementerian.

Camat Salem Urip menambahkan, akibat longsor 23 Februari 2000 silam telah menelan korban jiwa di desa Windusakti sebanyak 34 orang, sedang kerusakan berupa balai desa, Mushola dan gedung SD sebanyak 25 unit. Sementara di desa Gunung jaya sebanyak 1 orang meninggal dunia dan rumah rusak sebanyak 2 unit serta terancam longsong kampung Gunungjaya dan Moncongos.

“Masyarakat kami sudah menunggu penantian yang cukup berlarut-larut, dan dengan turunnya ijin prinsip masyarakat jadi plong!” imbuhnya. (ILMIE).

Posted in: Serba Serbi