BrebesNews.Co 29 April 2014 Read More →

PWI Pokja Brebes : Masyarakat Dihimbau Segera Lapor Bila Didatangi Wartawan Bodrex

toro

BREBESNEWS.CO – Marak beroperasinya wartawan yang tidak menggunakan etika serta keprofesionalan kewartawannya atau biasa di sebut wartawan ‘Bodrex’ kerap meresahkan para pejabat, guru serta masyarakat di wilayah kabupaten Brebes. Wratwan ini biasanya hanya bisa merong-rong narasumber yang ujung-ujungnya hanya minta uang sebagai ganti pemberitaan.

Mengahadapi permasalahan ini, Persatuan Wartawan Indonesia Kelompok Kerja (PWI Pokja) Brebes menghimbau kepada para narasumber yang di datangi mereka (wartawan bodrex) tidak perlu takut untuk menghadapinya.Dan apabila mereka melakukan tindak pemerasan,segera laporkan ke pihak kepolisian.

“Saat ini memang banyak orang yang mengaku sebagai wartawan, dan melakukan tindak tidak terpuji kepada narasumber dengan melakukan pemerasaan dengan dalih apa saja,”jelas Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Brebes, Kuntoro Tayubi usai mengisi pelatihan jurnalistik di Kantor BKBPP Brebes Selasa, (29/4).

Kuntoro mengaku, PWI Pokja Brebes sendiri kerap menerima laporan adanya tindak pemerasan yang dilakukan oknum yang mengaku sebagai wartawan.

Disamping itu, saat ini jumlah wartawan di Kabupaten Brebes jumlahnya sangat banyak. Namun hanya ada beberapa yang memang benar-benar profesional.

“Wartawan yang profesional memiliki media yang jelas dan secara peliputannyapun tetap mengedepankan kode etik jurnalistik dan mengantongi surat tugas dari media tempatnya bekerja,”kata Kuntoro.

Karena kurang komunikasi antara narasumber dengan lembaga pers dalam hal ini PWI membuat sepak terjang sulit terbongkar. Untuk itu, lanjut Kuntoro, PWI menghimbau kepada pejabat publik di tingkat desa maupun kabupaten untuk tidak ragu lagi melaporkan apabila ada oknum atau orang yang mengaku wartawan ke pihak berwajib.

Bagi narasumber yang tidak memberikan keterangan yang jelas dan benar maka itu bisa menjadi bumerang buat narasumber itu sendiri. “Lebih baik narasumber menyampaikan keterangan sebenarnya kepada wartawan apabila memintanya. Namun apabila mereka (wartawan) melakukan pemerasan atas dugaan kasus maka itu bisa langsung dilaporkannya ke pihak berwajib karena itu sudah menyimpang dari kode etik jurnalistik,”pungkas Kuntoro. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi