BrebesNews.Co 7 May 2014 Read More →

61 CPNS K2 Oleh BKD Brebes Dinyatakan Bermasalah

bkd

* Masih ada 1000 lebih tenaga honorer Brebes yang ikut K2 dan dianggap ‘siluman’

BREBESNEWS.CO -Dugaan ada manipulasi data perlahan.mulai terkuak. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Brebes,menyebutkan tenaga honorer peserta tes CPNS K2 yang lolos di daerahnya sebanyak 1013 orang.Namun demikian, yang melaksanakan pemberkasan hanya 955 orang. Untuk yang mengundurkan diri sebanyak 52 orang,dengan rincian sebanyak 13 orang menyatakan mundur, 1 orang meninggal dunia dan 38 lainnya masih dimungkinkan tidak memenuhi syarat.

“Itu masih ditambah ada 9 orang lagi yang melaksanakan pemberkasan akan tetapi masa kerja terputus dan TMT setelah 1 Januari 2005. Sehingga, sementara ini tercatat jumlah berkas yang memenuhi syarat itu 952 orang,” ujar Kepala BKD Kabupaten Brebes, Dra Luthfiatul Latifah didampingi Kabid Formasi dan Pengembangan Pegawai, Drs Aprianto, diruang kerjanya Rabu (7/5/2014).

Pihaknya mengakui bahwa dari jumlah peserta yang lolos seleksi CPNS K2 ada yang bermasalah,yakni berjumlah 61 orang. Mereka tidak memenuhi syarat atas hasil pemeriksaan oleh Inspektorat Kabupaten Brebes.

Dengan demikian pihaknya membantah jika lembaga birokrasinya diindikasikan bermain dalam penentuan CPNS K2 yang lolos seleksi.

”Kita berharap peserta K2 yang lolos yang memanipulasi data bisa mengundurkan diri,jika di teruskan akan menjadi perkara pidana,” himbau Luthfiatul.

Lebih lanjut Lutfiatul menjelaskan bahwa proses pemberkasan telah selesai pada 6 Mei 2014 lalu, namun demikian hingga kini peserta masih melakukan perbaikan berkas. Umumnya, ada kesalahan teknis dalam pengisian daftar riwayat hidup. Setelah proses perbaikan selesai, pihaknya akan melaporkan kepada Sekda Brebes untuk mewacakanakn adanya uji publik peserta pemberkasan sebelum diserahkan ke BKN.

“Peserta yang lolos nanti diuji publikan, data yang akan diserahkan ke BKN setelah lapor ke Sekda agar tidak lagi timbul gejolak.Uji Publik kemungkinannya sebelum tanggal 14 Mei, karena 14 Mei kami sudah menyerahkan ke BKN di Yogyakarta,”

Sementara Sekretaris Dewan Pendidikan, Wijanarto SPd menengarai, dari jumlah yang dinyatakan memenuhi syarat oleh BKD itu tidak menutup kemungkinan juga bermasalah. Sebab, ada tumpang tindih data base atau MSB 2005 sebanyak 1007-an dengan jumlah honorer MSB 2010 yang bengkak menjadi 2073. Sehingga ada 1000 lebih honorer siluman,

“Kemungkinan mereka juga masuk dalam daftar peserta yang akan diserahkan ke BKN. Sebaiknya peserta pemberkasan yang merasa bermasalah dengan data yang ada, tidak melanjutkan saja karena itu bisa mengarah pelanggaran pidana. Saat uji publik mereka beresiko,” tandas Widjanarto. (HENDRIK)

Posted in: Pemerintahan