BrebesNews.Co 29 May 2014 Read More →

Hindari Tak Tepat Sasaran, Pengelolaan Raskin di Kecamatan Losari Model Lelang

raskin

Gambar Ilustrasi

BREBESNEWS.CO -Hari Rabu ,28 Mei 2014 Pukul 09,00 Wib s/d 12.00 wib Telah dilaksanakan Rakor Pengkajian Raskin di Kantor Kecamatan Losari yang dihadiri oleh Kepala Desa sekecamatan Losari.

Rakor membahas tentang Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) melalui Lembaga Mitra Samya telah melakukan uji coba distribusi raskin tahap kedua (Mei – Juni 2014).

Salah satu metode yang dilakukan adalah Metode Penawaran, yang mana dalam metode ini memberikan kesempatan kepada masyarakat secara terbuka untuk berpartisipasi dalam pengelolaan Raskin ditingkat desa (sistem lelang pengelolaan raskin). Pemenang penawaran ini, nantinya merupakan pengelola raskin di tingkat desa yang dipilih dari masyarakat setempat dalam pertemuan.

Dalam metode penawaran ini masyarakat kita dilibatkan sebagai pengelola raskin ditingkat desa. Hal ini kita lakukan untuk meningkatan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan.

Pemenang Penawaran dalam pengelolaan raskin inipun, pemenang penawaran akan diawasi oleh TIM Penawar yang berjumlah 3 – 5 orang. Sehingga harapannya akan terbangun komunikasi, koordinasi antara pemenang penawaran, TIM Penawaran dan aparat Desa.

Selain itu, kami juga telah melakukan uji coba metode penyebaran informasi. Maksudnya, penyalur raskin di tingkat kelurahan akan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun tetap akan dikawal oleh tim penyebaran informasi di tingkat Desa.

Kemudian dengan berakhirnya masa Uji Coba dua metode tersebut, maka TNP2K bersama Mitra kembali melakukan kegiatan di Desa (Januari-Februari 2014). Kegiatan ini disebut dengan Review Pembelajaran.

Kerangka review pembelajaran ini untuk melihat proses perjalanan selama 6 bulan uji coba. Dengan tujuan: pertama, menginformasikan bahwa uji coba/percontohan telah berakhir; kedua, meminta masukan terkait proses metode penawaran/penyebaran informasi yang telah diimplementasikan dimasing-masing desa; ketiga, menyerahkan kembali kepada pihak Pemerintah Desa untuk terus menggunakan metode tersebut.

Kegiatan diawali memberikan penjelasan maksud, tujuan pertemuan review ini, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan proses penyaluran raskin dan proses pengawasan oleh TIM Penawaran.

Kemudian sesi diskusi, setidaknya beberapa hal yang menjadi bahan diskusi (kualitas raskin, kuantitas raskin, kelanjutan penyalur raskin, tugas tim penawaran, perlunya sosialisasi secara berkelanjutan, serta Daftar Penerima Manfaat raskin). Terkait Data dikeluhkan oleh peserta yang mana Data dalam DPM tidak valid. Akibatnya banyak masyarakat mampu justru mendapatkan raskin. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi