BrebesNews.Co 25 May 2014 Read More →

Konser Anak Tani di Karangbirahi Diwarnai 4 Kali Kericuhan

konser

Konser anak tani saat manggung di stadion Karangbirahi Brebes Sabtu malam (24/5/2014).

BREBESNEWS.CO -Ratusan anak para petani Brebes berdendang ria mengikuti konser musik dan orasi kebangsaan di Stadion Karang Birahi Brebes, Sabtu malam (24/5/2014). Meski konser diwarnai 4 kali kericuhan dengan terjadinya perkelahian antar penonton, namun konser berlangsung meriah hingga pukul 24.00.

Perkelahian dipicu karena adanya pengunjung yang diduga mabuk dan membuat onar. Kericuhan dan perkelahian sempat terhenti setelah Kapolsek Brebes turun tangan dan mencoba meredam amarah penonton.

Lewat konser anak tani tersebut, mereka memprotes lewat seni kenapa kehidupan petani selalu terpuruk ditengah negeri yang loh jinawi tata titi tenterem kerta raharjo? Selain grup musik Akar Bambu dari Bogor, konser juga didukung grup band dari Kota Brebes.

Adalah kelompok musik Akar Bambu dari Bogor Jawa Barat mendendangkan 8 lagu yang membuat suasana jadi hening dalam perenungan. Gesekan biola dari Kang Amin sang vokalis, seakan menyayat kegetiran hati yang makin pilu akibat harga bawang tak kunjung naik. Kalaupun naik selalu dipermainkan para tengkulak dan cukong yang selalu saja dirugikan adalah petani.

“Sahabat sejati dan harus dicari adalah ilmu, yang harus dihindari adalah emosi,” demikian antara lain isi syair lagu petani yang dinyanyikan grup Akar Bambu.

“Siapapun Presidennya, harus memperjuangkan petani,” teriak Subekhan SSi dari Forum Kajian Masyarat Brebes (FKMD) yang memprakarsai kegiatan tersbut.

Saatnya para petani bangkit, lanjutnya, jangan terus dijajah didalam negara yang merdeka. Para pemuda tani sudah bertekad bangkit secara nasional ratusan tahun yang silam. Kemerdekaan sudah diraih dan pembangunan pertanian harus terus dibangkitkan lagi.

Sementara Fadil Bendahara Pusat Masyarakat Tani Indonesia melihat fenomena pertanian kurang diminati oleh generasi muda jaman sekarang. Generasi muda memandang pertanian itu kotor karena penuh lumpur. Padahal dari bertani ada jiwa-jiwa yang sabar, ikhlas, tawakal, takwa.

“Dengan alat-alat modern, bertani bisa lebih ringan dan tidak harus kotor,” kata Fadil.

Konser juga dimeriahkan pembacaan puisi oleh Lebe Penyair dari Kersana Brebes. Dia membacakan satu buah puisi berjudul Stop Bawang Impor.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala kesbangpol Joko Heryanto SH, Kabab Humas dan Protokol Setda Brebes Drs Atmo Tan Sidik, Ketua KPUD Brebes M Riza Pahlevi, Ketua DPC HKTI Brebes dan sejumlah undangan lainnya. (ILMIE).

Posted in: Serba Serbi