BrebesNews.Co 22 June 2014 Read More →

Di PT. Citra Kartini Mandiri, Pencari Kerja Tidak Akan Jadi Korban Trafficking

PT CITRA KARTINI

Para komisarsi, direktur utama serta petugas PT.Citra Kartini Mandiri (CKM) saat mengadakan temu konsultasi sponsor tenaga kerja di wilayah Brebes-Tegal yang diadakan di hotel Dedy Jaya Minggu (22/6/2014)

* Bergaji 1,8 juta  hingga 4 juta rupiah

BREBESNEWS.CO – Sebagai perusahaan pengerah jasa tenaga kerja khususnya asisten rumah tangga baik pembantu rumah tangga (PRT), Baby Sister, Nani Sister maupun Perawat Lansia, PT. Citra Kartini Mandiri (CKM) tak akan membiarkan pekerjanya mengalami trafficking ( perdagangan manusia), atau dijadikan pelacur dan ditempatkan ditempat-tempat hiburan.

Hal ini karena setiap 3 bulan sekali tenaga kerja yang di salurkan akan dipantau lewat telepon, baik sang manjikan maupun pekerja yang di salurkan lewat PT-nya oleh karyawan PT Cipta Kartini Mandiri.

Demikian di ucapkan komisaris utama PT. Cipta Kartini Mandiri H. Wahyu Eddy Wibowo disela-sela mengadakan pertemuan dengan 300 an sponsor tenaga kerja wilayah Brebes-Tegal yang diadakan di hotel Dedy Jaya, Minggu (22/6/2014).

Lebih lanjut Wahyu mengatakan perusahaan yang didirikannya menganut azaz kehati-hatian dalam menyalurkan tenaga kerja. Makanya dia selalu prioritaskan dengan peraturan UU ketenaga kerjaan yang ada.

“Saya selalu menaati aturan UU ketenaga kerajaan, sehingga para pekerja yang disalurkan perusahaan kami PT Citra Kartini Mandiri akan kami lindungi secara aturan main. Contohnya bila akan mendaftar ke perusahannya, si pekerja harus berusia 16 ke atas dan punya kartu tanda penduduk (KTP) yang jelas, disertai kartu keluarga (KK), diketahui orang tua dan kepala desa,” jelasnya lagi.

Wahyu Eddy justru menyayangkan pemerintah yang lambat membuat Undang-Undang PRT. Padahal di negara Philipina dan Afrika sudah ada UU tersebut, sehingga hak para pekerja bisa jelas.

“Jika UU PRT sudah ada, paling tidak upah dan jam kerja sudah ada aturannya dalam Undang-undang. Jadi majikan atau pengguna jasa PRT tidak semena-mena terhadap pekerja, seperti menggaji seenakanya dan memanfaatkan jam kerja sesuka hati,” tambahnya lagi.

Disinggung soal bila terjadi adanya perselisihan antara pekerja dan majikan, ditanyakan oleh salah seorang peserta asal Brebes Rosadi, Wahyu Eddy mengatakan dirinya sebisa mungkin akan memberikan win-win solustion, atau menyelesaikan dengan imbang.

“Kekhawatiran memang ada pada pekerja yang kami salurkan, barangkali akan membela majikan yang membayar pekerja bila ada perselisihan. Insya Allah di perusahaan kami akan menyelesaiaknnya secara imbang,” tegas Wahyu Eddy.

Untuk sekedar inforrmasi, PT Cipta Kartini Mandiri yakni perusahaan pengerah jasa tenaga kerja yang beralamat kantor pusat di Jl. Kucica Tanggerang XVI-JF 18 no 17 Sektor 9 Bintaro Tanggerang Selatan. Perusahaan PT Citra Kartini Mandiri (CKM) ini dalam seminggunya bisa menyalurkan 300 hingga 500 orang untuk tenaga kerja yang akan ditempatkan di tingkat lokal nasional, yakni di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Pekerja yang disalurkan PT. Citra Kartini Mandiri (CKM), serendah-rendahnya untuk Pembantu Rumah Tangga (PRT) 1 hingga 1,8 juta rupiah dan untuk Baby Sitter sekitar 2 juta hingga 4 juta rupiah.

“Dari tenaga kerja yang mendaftar dan tersalurkan, 70 prosennya bekerja untuk wilayah kerja di Jakarata. Sementara untuk 30 prosennya disalurkan untuk kota-kota besar di wiliayah Indonesia,” terang Wahyu Eddy mengakhiri wawancaranya.

Posted in: Serba Serbi