BrebesNews.Co 4 June 2014 Read More →

Ketua BPBD Brebes : Idealnya Aparatnya 70, Namun Hanya Terisi 40 Personil

sidak toni5

Sekda Brebes Emastoni Ezam berbaju merah saat melakukan sidak di kantor BPBD Brebes

BREBESNEWS.CO -Selaku pembina Aparatur Sipil Negara (ASN), Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes H Emastoni Ezam SH MH terus melakukan pembinaan internal melalui inspeksi mendadak (sidak). Langkah tersebut untuk mendapatkan data kongkrit kinerja ASN dilingkungannya sebagai acuan untuk pembinaan karier yang bersangkutan.

“Saya tidak ingin hanya mendengar dari orang yang tidak bertanggung jawab tentang kinerja aparat sipil negeri (ASN) dilingkuangannya, karena bisa menimbulkan fitnah,” kata Emastoni usai melakukan sidak di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Brebes Jalan Yos Sudarso, Rabu (4/6/14).

Dia, selain menerima berbagai aduan lewat Kotak Wadah Ngresula yang ditempatkan di Sekretariat Daerah (Setda), juga mengintensifkan SMS (Silaturahmi Maring Sampeyan). “Dengan silaturahmi bisa dipetik hubungan yang hangat dan santun antar pegawai, tidak saling tuding,” kata Toni.

Toni tidak mau mengatakan sidak ketika melakukan pembinaan ke instansi-instansi binaannya. Tetapi lebih mengandung keakraban dengan istilah SMS. Ana rembug dirembug, ana masalah aja gawe susah.

“Wasawirhum fil amri, musyawarahlah bila menemui masalah,” ujar Toni yang didampingi Asisten III Sekda Brebes Drs Kustoro MM.

Kepala BPBD H Ahmad Syatibi SH MH MT dalam kesempatan tersebut melaporkan kalau kantornya sedang direnovasi agar respentatif. Kantor bekas sanggar pramuka itu, menurut Syatibi kurang representatif mengingat perlengkapan BPBD sangat banyak. Akibat tidak memiliki gudang, maka bantuan alat-alat penanggulangan bencana urung dikucurkan dari BPBN Pusat.

“Salah satu syarat untuk mendapatkan peralatan tersebut harus memiliki gudang, maka Brebes urung mendapatkan,” kata Syatibi tanpa menjelaskan alat yang dimaksud.

Begitupun dengan jumlah pegawai BPBD dipandang Syatibi masih minim. Sehingga kerap meminta bantu tim SAR ataupun organisasi pemuda dan masyarakat saat melakukan pencegahan bencana.

“Idealnya, kantor kami memiliki 70 personil tetapi kenyataannya hanya 40 orang,” kata Syatibi. (ILMIE)

Posted in: Pemerintahan