BrebesNews.Co 9 June 2014 Read More →

Pasokan Sulit, Harga Bawang Mulai Merangkak Naik

bawang

Bawang Merah

BREBESNEWS.CO – Menjelang Bulan Puasa beberapa minggu lagi,harga bawang merah mulai melonjak.Hal ini disebabkan faktor petani sentra bawang merah di Brebes belum panen.Salah seorang petani bawang merah Desa Karasak Kecamatan Brebes, Sutarjo (56) mengatakan harga bawang merah naik untuk tingkat pasaran mencapai Rp 20 ribu per kilogram.

“Petani Brebes sendiri belum panen,hanya beberapa yang panen dari luar kota.sehingga pasokan sangat sulit.harga kebutuhan konsumen meningkat,apalagi menjelang bulan puasa” kata Sutarjo,senin (9/6).

Menurutnya,akhir-akhir ini harga bawang merah di Brebes naik sekitar 15 hingga 25%, pada bulan Juni. Hal tersebut sebagai dampak dari terlambatnya panen yang dilakukan oleh para petani pada musim tanam kali ini dan juga akibat pengaruh stok bawang merah impor di pasaran lokal kosong.

Harga bawang merah kecil di tingkat petani naik dari Rp 5.000 manjadi Rp 8.000 per kilogram. Bawang sedang naik dari Rp 8.000 menjadi sekitar Rp 9.000 hingga Rp 12.000 per kg, bawang kwalitas super dari Rp 11.000 naik hingga Rp 15.000 per kg. Sementara ditingkat pengecer, bawang merah sedang harga Rp 8.000 bisa mencapai Rp 13.000 hingga Rp 15.000.

Saat ini, panen bawang hanya berlangsung di Kecamatan Wanasari, Larangan, dan sebagian Kecamatan Brebes. Para pedagang terpaksa berebut untuk mendapatkan bawang merah dari petani, sehingga rela mematok harga tinggi. Akibat tingginya penjualan bawang merah, saat ini para petani juga terkendala ketersediaan bibit untuk musim tanam mendatang. Harga bibit siap tanam naik dari Rp 13 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH), Ir Budhiarso Dwi Hartono mengaku pemerintah tidak bisa menolak rekomendasi pemerintah pusat terkait kebijakan impor bawang yang telah direkomendasikan pemerintah pusat sebanyak 75.762 ton pada tahun 2014 ini. Namun demikian upaya menekan harga bawang rendah yang merugikan petani, pihaknya bersama dengan Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) telah berupaya untuk menolak kebijakan tersebut.