BrebesNews.Co 18 June 2014 Read More →

Terindikasi Money Politik, Konfercab GP Ansor Brebes Dinyatakan Batal

wabup ansor

Wakil Bupati Narjo saat mengahadiri Konfercab GP Ansor Brebes di desa Jatirokeh yang kemudian dinyatakan batal karena terindikasi money politik

BREBESNEWS.CO -Penyelenggaraan Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Brebes batal karena ditengarai terjadi money politik (politik uang). Bukti politik uang yakni rekaman video dan saksi telah menandatangani surat pernyataan dan diserahkan kepada Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Pusat untuk penyelesaian lebih lanjut.

“Pemilihan Ketua Ansor itu perlu syarat dan rukun, bila salah satunya dilanggar maka akan batal,” tutur Komandan Banser Ansor Brebes Muh Ikhwan HMS menanggapi masalah Konfercab Ansor yang digelar Minggu (15/6) lalu di Pondok Pesantren Jatirokeh Brebes.

Menurutnya, Banser menjadi penjaga keamanan dan juga penjaga moral terutama untuk kader muda NU. Bila dalam suatu perhelatan terjadi pengingkaran moral maka Banser yang langsung berhadapan dan pelakunya harus diadili secara moral pula.

“Ada tiga orang saksi yang telah dengan ikhlas tanpa paksaan memberikan keterangan terjadinya politik uang,” tegas Ikhwan.

Ikhwan menjelaskan, bahwa para saksi telah menandatangi dan menyerahkan bukti rekaman money politik yang sekarang sedang diproses oleh pihak Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Pusat. Dalam rekaman video tersebut, politikus PKB Haji Rafik (HR) dan calon jadi Sahabat Munsip (MSP) telah menyuap ketua PAC Tanjung dan Banjarharjo di Rumah makan Rodjo Brebes.

“Tindakan ini sangat tidak bermoral dan harus mendapatkan sanksi organisasi. Jangan sampai peristiwa ini jadi preseden buruk Ansor,” kata Ikhwan.

Demisioner Ketua PC NU Brebes Kiai Agus Mudrik Khaelani Al Hafidz membenarkan terjadinya pembatalan Konfercab. Dan telah ditunjuk Caretaker yang terdiri dari H Lukman (pimpinan pusat Ansor), H Masykur (PW ansor Jateng), dan Agus Mudrik (Ketua Demisioner).

Gus Mudrik juga membenarkan kalau berkas-berkas bukti dan pernyataan para saksi telah disampaikan kepada Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah. “Tinggal menunggu keputusan pusat dan wilayah,” tuturnya.

Pimpinan pusat, lanjut Gus Mudrik, bisa member keputusan berupa Konfercab diulang, membuka pendaftaran ulang calon ketua, dan mendiskualifikasi sahabat Munsip serta memberi sanksi hukum kepada penyandang dana Haji Rafik.

Ketua Panitia Konferensi Moh Nurul Huda selaku panitia menyatakan sudah bekerja secara maksimal dengan melakukan tahapan konferensi. Yakni melakukan pendaftaran calon ketua, verifikasi calon, pelaksanaan dan pembagian undangan kepada seluruh peserta.

Perkara dalam perjalanannya ada politik uang, bukan tanggung jawab panitia pelaksana. Kasus itu telah menjadi kewenangan dari Ketua PW (Pengurus Wilayah) dan Ketua PP (Pengurus Pusat).

“Kami berusaha pemilihan Ketua Ansor tidak ternodai, bola selanjutnya bola sudah menjadi kewenangan pusat dan wilayah,” tegasnya.

Dalam Konfercab yang digelar di Ponpes Al Falah Jatirokeh Songgom Brebes, pada saat persidangan akhir telah didapati tiga kandidat dengan perolehan suara Ahmad Munsip 129 suara, H Abdul Ghofur 122 dan Sibro Mulisi mendapatkan 33 suara. Sementara 28 orang tidak hadir dalam konferensi tersebut.

Namun usai pemilihan Banser Ketua PAC Tanjung Mahfudin langsung merangsek ke Pimpinan Sidang yang di pimpin H Masykur dari PW Ansor Jateng.

Setelah mendengarkan pernyataan dan bukti-bukti akhirnya pimpinan sidang membatalkan hasil konfercab dan akan dikonsultasikan kepada Ketua PW dan Ketua PP karena ada indikasi politik uang. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi