BrebesNews.Co 4 July 2014 Read More →

9 Juli, Laskar Santri Nusantara Brebes Siap Menangkan Jokowi-JK

laskar santri2

Ketua Laskar Santri Nusantara Brebes H.Musyafa Lc saat memberikan tausiyahnya dalam acara dukungan santri ke capres nomor 2 Jokowi-JK di Pondok Pesantren Al Falah Asalaf Jatirokeh Kecamatan Songgom Brebes

BREBESNEWS.CO -Laskar Santri Nusantara Kabupaten Brebes menyatakan siap memenangkan Joko Widodo dan Yusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2014-2019. Tekad tersebut disampaikan oleh para santri karena Jokowi-JK telah menetapkan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional.

“Kami siap memenangkan Jokowi-JK pada Pilpres 9 Juli mendatang,” kata Ketua Laskar Santri Nusantara Kabupaten Brebes H Musyafa Lc usai Buka Puasa Bersama dan Sholat Taraweh Berjamaah di Pondok Pesantren Al Falah Asalaf Jatirokeh Kecamatan Songgom Brebes, Kamis malam 3 Juli 2014.

Menurut Musyafa, Jokowi-JK benar-benar telah menaruh perhatian yang luar biasa untuk santri. Sehingga Laskar Santri Nusantara se Kabupaten Brebes bertekad untuk memenangkannya. “Baru kali ini kami mendapatkan calon presiden yang memperhatikan santri,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Musyafa juga mengutuk keras sikap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah, yang menuding Jokowi Sinting dalam tweeternya. Dia menilai penyataan tersebut tak pantas dilontarkan bagi seorang politisi partai berbasis Islam.

Fahri dinilai telah melecehkan santri dan ahistoris. Santri telah berkontribusi dalam perjuangan kemerdakaan Indonesia. “Fahri seolah mengesampingkan perjuangan dan peran santri,” kata Musyafa.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu JOKOWI-JK Hj Idza Priyanti SE menyambut gembira tekad Laskar Santri Nusantara untuk memenangkan pasangan JOKOWI-JK dalam pilpres 2014. Kabupaten Brebes telah menargetkan 70 persen untuk pemenangan Jokowi-JK.

Dihadapan ribuan santri, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Salafy KH Mas Mansyur Tarsudi menceritakan kalau Santri sebelum jaman kemerdekaan sudah berjuang. Termasuk di era pembangunan ini, santri juga berkewajiban untuk berjuang dalam revolusi mental.

Kebobrokan mental yang melanda Indonesia perlu disikapi dengan perilaku santun dan menyesuaikan syaerat agama. “Kalau sudah tidak memiliki norma, mental yang luhur maka Negara akan hancur pula,” kata Kiai Kharismatik Kab Brebes itu.

Untuk membantu merealisasikan revolusi mental, santri harus berjuang melalui pemilu presiden 9 Juli mendatang. “Santri se Nusantara harus bersatu padu untuk memenangkan Jokowi-JK demi keluhuran mental dan moral bangsa Indonesia,” pungkasnya. (ILMIE)

Posted in: Politik