BrebesNews.Co 7 July 2014 Read More →

Di Klampok, Anak 8 Tahun Tewas Tersambar KA

Foto0566

Lokasi tertabraknya Irfan Zaki oleh kereta api di perlintasan KA desa Klampok

BREBESNEWS.CO -Untung tak dapat di raih malang tak bisa di tolak, mungkin demikian peribahasa yang tepat untuk menggambarkan perjalanan hidup Irfan Zaki, usia 8 tahun asal desa Klampok Kecamatan Wanasari.

Irfan Zaki yang merupakan anak dari Taufik dan Rositi warga RT 01 RW 08 Desa Klampok ini, harus meregang-kan nyawanya di atas rel kereta api yang tidak jauh dari rumahnya. Irfan zaki tewas setelah ter-sambar Kereta Api (KA) Senin siang sekitar pukul 09.30 WIB (7/7/2014).

Jenazah Irfan demikian panggilan akrabnya, sempat di bawa ke kamar jenazah RSUD Brebes, untuk di mandikan. Berdasarkan otopsi jenazah, kondisi Irfan mengalami hal yang mengenaskan, yakni kepala pecah, kaki hancur dan tangan kanan putus.

Berdasar keterangan di lapangan, menyebutkan kronologi peristiwa tertabraknya Irfan Zaki yang masih tercatat sebagai siswa kelas 3, SD Negeri 2 Klampok ini menyatakan, saat itu korban bersama neneknya Tifah (60), usai berbelanja untuk keperluan buka puasa di pasar Klampok. Setelah kebutuhan yang diperlukan sudah di dapat, mereka berdua-pun pulang dengan jalan kaki.

Awalnya, saat menuju pulang di perlintasan Kereta Api (KA), langkah kedua orang tersebut terhenti karena ada kereta penumpang yang melaju di dari barat ke timur. Baru saja setalah kereta melintas, ternyata Irfan Zaki tanpa hiraukan neneknya nyelonong menyeberang rel sendirian. Namun nahas, tiba-tiba saja ada kereta barang melintas dari timur ke barat lewat rel satunya sebelah utara. Sambaran KA pun tak terhindarkan, hingga korban meninggal setelah sempat terseret hingga 50 meter.

“Saat itu korban sudah dekat rumah di penyeberangan perlintasan kereta api. Namun kelihatanya konsentrasi korban hanya melihat kereta yang lewat dari barat ke timur, tanpa menghiraukan kereta api susulan yang lewat dari timur ke barat di rel satunya. Akibatnya korban tersambar dan meninggal di tempat,” ujar Sugiyono warga setempat kepada BREBESNEWS.CO.

Menurut Sugiyono, di perlintasan antara desa Klampok menuju hingga desa Luwungragi ini kalau kereta yang berjalan dari timur tidak terlihat, karena jalan menikung, sehingga membahayakan bagi pejalan kaki maupun kendaraan yang mau melintas.

“Di penyeberangan KA Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) memang rawan. Selain jalan menikung dari arah timur, juga tidak ada palang pintu perlintasan. Padahal sekarang intensitas perjalanan kereta padat dengan adanya double track,” ujar Sugiyono lagi.

Korban tewas Irfan Zaki dimakamkan usai sholat Dhuhur di pemakaman umum desa Klampok. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi