BrebesNews.Co 9 July 2014 Read More →

Ibu Guru Pembunuh Suami Menangis Minta Keringanan Hukuman

IMG_20140708_134539

Saat sidang Darkem, ibu guru asal Paguyangan yang tega membunuh suaminya sendiri karena kalap tidak pernah di beri nafkah dan sering mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

BREBESNEWS.CO -Pelaku istri membunuh suami sendiri,Darkem binti Darno (48)dengan dibantu oleh dua pelaku lainnya, yakni Subagiyo bin Darno (57), warga Dukuh Rejomulyo RT 06 RW 07 Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan dan Willy Riyanto bin Sahroni (38), warga Dukuh Wargomulyo RT 01 RW 04 Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan.

Kasus pembunuhan,Bambang (56), warga Dukuh Karangjati RT 04 RW 07 Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang jasadnya ditemukan di bawah Jembatan Sungai Bisjajar, Jalan Lumbir-Karangpucung, Kabupaten Banyumas, Minggu 9 Maret 2014 sekitar pukul 16.00 WIB.Sidang digelar dengan agenda pemeriksaan saksi dan bukti di Pengadilan Brebes,Selasa (8/7/2014).

Dalam pemeriksaan saksi-saksi terungkap terdakwa Darkem, membunuh korban saat sedang tidur dengan menggunakan martil ke arah kepalanya. Darkem merasa jengkel kepada korban karena memukul ketika hendak minta biaya kuliah anaknya dendam yang membara membuat “sang Guru” gelap mata.

Korban mati disebabkan terdakwa membekap mulut korban hingga tidak bergerak.usai membunuh korban, pelaku kemudian dibantu dua pelaku lainnya (Subagiyo dan Willy), yang masih ada hubungan famili dengan Darkem.

Jasad korban yang merupakan suaminya kemudian dibuang di bawah Jembatan Sungai Bisjajar Kabupaten Banyumas Beberapa barang bukti tersebut diantaranya martil (palu), satu unit sepeda motor, potongan rambut korban, satu buah kasur warna hijau dengan bekas darah.

Dihadapan Majelis hakim,terdakwa membeberkan semua permasalaham keluarganya.Ia mengaku pernah di ancam oleh korban akan dibunuh pada tahun 1998.Selain itu Terdakwa menangis tersedu-sedu dan memohon keringanan tuntutan dan hukuman.

”Saya menyesal atas perbuatan saya Pak Hakim, Aku mohon bapak Hakim mau meringankan hukuman saya,” Isak Darkem dengan air mata menetes di kedua pipinya.

Sebelumnya,JPU,Nurwahyubintari SH diwakilkan Amir SH mengatakan terdakwa tega membunuh suaminya sendiri lantaran sejak pernikahannya selama 25 tahun dengan korban, tidak pernah diberi nafkah.

Padahal pelaku sangat membutuhkannya untuk biaya hidup bersama empat anaknya, yang tiga diantaranya duduk di bangku kuliah.Terdakwa minta pertanggungjawaban dari korban.namun yang terjadi percekcokan dan kekerasan ,karena sering dianiaya suaminya sendiri,terdakwa Darkem dendam hingga berujung maut.

”Karena perbuatan terdakwa melakukan kekerasan fisik yang menyebabkan kematian.dikenakan pasdan 338 KUHPdan 340 KUHP dengan ancaman 20 tahun dan seumur hidup.Minggu depan agenda Tuntutan Jaksa ”jelas Amir SH.

Rencananya agenda sidang minggu depan akan di bacakan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum. (HENDRIK)

Posted in: Hukum