BrebesNews.Co 8 August 2014 Read More →

Aniaya Pasutri, Arista, Warga Kemurang Dituntut 1 Tahun Penjara

sidang

Ilustrasi sidang

BREBESNEWS.CO -Hanya karena ingin membela orang gila yang di gebukin (aniaya-red) oleh oknum tidak bertanggungjawab, Nursoleh dan Suci Hartati yang merupakan pasangan suami istri (Pasutri) harus mendapatkan perlakuan kasar dari penganiayanya, yakni dua orang, Arista Irfan (27) dan Toufik (sudah di vonis ) semuanya warga Kemurang Kulon, Kecamatan Tanjung.

Oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa Arista Irfan dituntut 1 tahun penjara oleh PN Brebes,Kamis (7/8/2014).

Sidang yang di pimpin H.Slamet Suripto SH dan kedua Anggota,Teguh Arifiano SH,Iwan Gunawan SH.Agenda sidang mendengarkan tuntutan Jaksa.Kasus terjadi pertengahan 2013 Desa Kemurang,Kecamatan Tanjung,Brebes.Namun terdakwa Arista menjadi Buronan Pihak Kepolisian dan berhasil di tangkap beberapa bulan yang lalu.

Kronologi dakwaannya yakni, kedua saksi korban yang terdiri dari suami istri (Nursoleh-Suci Hartati) melihat ada orang gila di pukulin oleh kedua terdakwa yakni Arista dan Taufik. Melihat kejadian yang tidak berperikemanusiaan itu, Nursoleh dan Suci Hartati mencoba melerai aksi yang dilakukan terdakwa (Arista, taufik). Namun saat hendak melerai dan menghentikan penganiayaan terhadap orang gila itulah, alih-alih kedua pasangan suami istri ( Nursoleh-Suci Hartati) justru mendapat perlawanan dari kedua terdakwa, hingga mereka mengalami luka-luka di wajah.

Kasus pembelaan penganiayaan terhadap orang gila yang berbuntut pada pemukulan pasangan suami istri Nursoleh-Suci Hartati ini di tangani oleh pihak Kepolisian Sektor Tanjung.

Sebelumnya, terdakwa Arista menjadi buronan Polisi dan berhasil di tangkap. Menurut JPU, Hendro Purwoko SH perbuatan terdakwa dikenakan pasal 170, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,

”Usai melakukan penganiayaan terdakwa yakni Arista kabur keluar kota. Sementara temannya Taufik yang juga terdakwa satunya sudah menjalani hukuman. Terdakwa Arista dikenakan pasal 170,jo pasal 351 KUHP dengan tuntutan hukuman 1 tahun penjara,” jelas JPU Hendro SH. (HENDRIK)

Posted in: Hukum