BrebesNews.Co 6 August 2014 Read More →

Darkem ‘Bu Guru’ Pembunuh Suaminya Diganjar 2 Tahun Penjara

IMG_20140806_144838

Darkem yang di dakwa membunuh suaminya dengan menggunakan jilbab saat melaksanakan sidang putusan oleh PN Brebes

BREBESNEWS.CO -Setelah di tuntut JPU 4 Tahun, Pelaku istri membunuh suami sendiri,Darkem binti Darno (48) dengan dibantu oleh dua pelaku lainnya, akhirnya divonis selama 2 Tahun Penjara dan Membayar Biaya Sidang Rp 2000. Sidang putusan hukuman dilaksanakan oleh PN Brebes, Rabu (6/8/2014).

Dalam Melakukan Aksinya,Darkem yang di Bantu Subagiyo bin Darno (57), warga Dukuh Rejomulyo RT 06 RW 07 Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan dan Willy Riyanto bin Sahroni (38), warga Dukuh Wargomulyo RT 01 RW 04 Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan.

Dalam sidang Putusan yang di bacakan ketua Majelis, Oki Basuki SH dan Anna Yulina, Iwan Gunawan SH sebagai anggota.Majelis juga membacakan ulang uraian keseluruhan Perkara.Pada kasus pembunuhan, Bambang (56), warga Dukuh Karangjati RT 04 RW 07 Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, yang jasadnya ditemukan di bawah Jembatan Sungai Bisjajar, Jalan Lumbir-Karangpucung, Kabupaten Banyumas, Minggu 9 Maret 2014 sekitar pukul 16.00 WIB.

Pemeriksaan saksi-saksi terungkap bahwa terdakwa Darkem, membunuh korban saat sedang tidur dengan menggunakan martil ke arah kepalanya. Darkem merasa jengkel kepada korban karena memukul ketika hendak minta biaya kuliah anaknya. Akibat dendam yang membara inilah yang membuat “Sang Guru” gelap mata hingga pelaku nekat membunuh suaminya sendiri. Korban mati disebabkan terdakwa membekap mulut korban hingga tidak bergerak.

Usai membunuh korban, pelaku kemudian dibantu dua pelaku lainnya (Subagiyo dan Willy), yang masih ada hubungan famili dengan Darkem membuang jasad korban yang merupakan suaminya kemudian dibuang di bawah Jembatan Sungai Bisjajar Kabupaten Banyumas.

Sedang beberapa barang bukti tersebut diantaranya martil (palu), satu unit sepeda motor, potongan rambut korban, satu buah kasur warna hijau dengan bekas darah serta satu buah gergaji di sita oleh Pengadilan.

Di lain hal Majelis menolak Eksepsi Tim PH Terdakwa namun demikian dikarena kan terdakwa merupakan tulang punggung keluarga dan tidak pernah melakukan tindak pidana”Kami mempertimbangkan dari tuntutan Jaksa 4 tahun,sedangkan terdakwa merupakan tulangpunggung keluarga dan belum pernah cacat hokum hingga di beri keringanan 2 tahun penjara,” jelas Oki

Menanggapi hasil putusan itu,terdakwa menerima amar putusan majelis hakim, demikian juga dengan JPU.

”Perbuatan terdakwa melakukan kekerasan fisik yang menyebabkan kematian.dikenakan pasal 338 KUHPdan 340 KUHP .Sidang ini,kami menerima hasil putusan majelis hakim,” jelas Amir SH. (HENDRIK)

Posted in: Hukum, Kriminal