BrebesNews.Co 2 September 2014 Read More →

Bawang Merah Diusulkan Bisa Jadi Jaminan Utang

Foto0672

Petani memberi satu gedeng bawang merah ke Sekda Brebes Emastoni Ezam sebagai simbol agar pemerintah daerah selalu memperhatikan nasib petani, khususnya petani bawang

BREBESNEWS.CO -Berdasarkan kenyataan dilapangan, harga bawang merah Brebes masih dianggap terlalu mahal, dibandingkan bawang merah daerah lainnya seperti dari Probolinggo dan Nganjuk Jawa Timur. Hal ini diketahui saat di gelarnya pasar lelang bawang di Klampok Wanasari oleh Dinas Perdagagan Brebes beberapa waktu lalu.

Bawang Brebes per-kilo saat ini berharga 9000 rupiah, sedang dari Probolinggo dan Nganjuk per kilo bisa 7000 hingga 8000 rupiah. Akibat selisih harga ini, bawang Brebes menjadi tak laku jual. Demikian dikatakan Subehan dari Forum Peduli Tani Brebes, saat bertemu Sekda Brebes Emastoni Ezam, di ruang kerjanya Selasa, (2/9/2014).

“Mahalnya bawang Brebes dimungkinkan karena ongkos produksi tanam bawang sudah mahal dibanding dengan daerah lainnya. Padahal secara kualitas produk bawang Brebes boleh dikata baik, karena tahan lama dari busuk,” tambah Behan.

Untuk menyiasati ini, dirinya sengaja menghadap Sekda Brebes agar bawang petani yang tak laku jual bisa di buat bibit, sehingga Brebes nantinya menjadi sentra bibit bawang nasional. Bibit bawang dari Brebes bisa memasok kebutuhan tanam bawang di Patrol Jawa Barat, Probolinggo dan Nganjuk Jawa Timur serta daerah lainnya.

“Saya punya usulan agar bawang yang tidak laku, bisa menjadi jaminan pinjaman. Sembari menunggu petani memproduksi proses pembibitan bawang. Apabila bawang yang sudah dipanen sudah menjadi bibit dan laku di jual, petani bisa membayar hutang dengan hasil penjualan bibit bawang tersebut,” kata Behan.

Behan juga berharap kepada Bupati Brebes Idza Priyanti bisa memberikan solusi ke lembaga keuangan seperti koperasi atau perbank-an untuk bisa memberikan pinjaman uang ke petani dengan agunan bawang merah.

Seperti diketahui produk bawang merah Brebes dari segi harga dan produksi juga kalah bersaing. Hal ini karena dalam menanam bawang ongkos produksinya sudah mahal. Petani harus menyediakan pupuk serta obat pestisida yang mahal, karena tanah yang di Brebes dinyatakan sudah kurang subur dan kuatnya serangan hama tanaman bawang.

Sementara itu Sukirno petani bawang merah dari desa Tegalagah Kecamatan Bulakamba yang juga turut menghadap Sekda juga menyatakan kalau hasil tanaman bawangnya juga berkurang.

“Harusnya untuk tanah seluas 1 Hektare bisa panen sebanyak 4,8 hingga 5 ton. Namun karena tanah yang kondisinya kurang baik di Brebes yang 1 hektarnya hanya bisa 4 ton saja. Jadi jelas mengurangi keuntungan petani,” ujar Sukrno.

Sukirno menambahkan untuk harga sekarang yang 9000 rupiah per-kilonya belum bisa menutup ongkos produksinya. Petani akan untung kalau bawang merah dihargai paling tidak 11.000 rupiah.

Sekda Brebes, Emastoni Ezam mengatakan dengan adanya keluhan petani pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Untuk proses pinjaman dengan agunan bawang merah juga akan di sampaikan kepada bupati.

“Mudah-mudahan upaya pemerintah daerah dalam menampung aspirasi petani bawang bisa ter-realisasi,” jawab Emastoni. (AFiF.A)