BrebesNews.Co 11 September 2014 Read More →

Brebes, Sudahkah Berhias.. (?)

Saeful Bakhri

Oleh : Saeful Bakhri

* Penulis Warga Larangan Brebes, Mahasiswa jurusan Filsafat UGM Yogyakarta angkatan 2014

Brebes Berhias. Demikian bunyi slogan kabupaten penghasil bawang merah terbesar di Indonesia. Tanpa menafikan kata “berhias” sebagai sebuah akronim, kata ini adalah verba dari kata “hias”. Dalam KBBI (2008), kata ini memiliki arti memperelok diri dengan pakaian yang indah. Lalu pertanyaannya, sudahkah Brebes berhias?

Pertanyaan ini menjadi relevan ketika melihat kenyataan di lapangan bahwa kabupaten Brebes masih jauh dari kata “elok dan indah”. Di bidang ekonomi misalnya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Brebes hanya 4,97%, padahal pertumpuhan ekonomi nasional mencapai 6,5% dan provinsi Jawa Tengah sebesar 6%.

Dampaknya kemudian, dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Tengah, PDRB Per Kapita kabupaten Brebes adalah yang paling rendah, yaitu Rp. 15.400.000,00. Kondisi ini diperparah dengan angka pengangguran yang tinggi, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,63%.

Di bidang pendidikan, angka putus sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai menengah cukup tinggi, berkisar 0,44-0,99%. Hal ini jauh di bawah angka Renstra provinsi Jawa Tengah yang di bawah angka 10%.

Selain factor ekonomi, angka putus sekolah juga didominasi oleh factor kelayakan sarana prasarana sekolah dan pelayanan belajar. Bahkan, dibeberapa kecamatan ketersediaan layanan pendidikan yang berkualitas masih sangat jauh dari yang seharusnya.

Angka-angka di atas jika tidak diantisipasi dengan langkah-langkah strategis, boleh jadi angka putus sekolah akan semakin naik. Indikatornya jelas, prestasi sekolah-sekolah di kabupaten Brebes belum cukup memuaskan dibandingkan sekolah-sekolah di kabupaten lain. Di bidang kesehatan, kondisinya tidak jauh berbeda. Angka kematian ibu dan bayi masih tinggi. Sarana dan prasarana kesehatan juga masih sulit diakses oleh masyarakat.

Saatnya Berhias

Angka-angka di atas tentu bersifat fluktuatif. Artinya, besar kecil angka yang muncul dapat berubah seiring dengan kebijakan yang ada. Masyarakat berharap, kondisi ini ke depan akan lebih baik sehingga kabupaten Brebes dapat bersaing, minimal dengan kabupaten lain di provinsi Jawa Tengah.

APBD kabupaten Brebes yang terus meningkat dari tahun ke tahun dapat menjadi bumerang jika dalam pengelolaannya tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. Apalagi 70% lebih APBD bersumber dari dana perimbangan. Sisanya, sekitar 30% merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Prosentase pendapatan di atas menunjukkan bahwa derajat desentralisasi fiskal kabupaten Brebes dalam kategori rendah. Artinya, tingkat ketergantungan keuangan sangat bergantung dari pemerintah pusat.

Sementara itu, pengeluaran kabupaten Brebes paling besar digunakan untuk belanja tidak langsung. Prosentasenya berkisar antara 62,56% – 70,99%. Oleh karenanya wajar, apabila pembangunan di kabupaten Brebes tidak berjalan optimal.Indikasinya, sarana prasarana umum di wilayah kabupaten jauh tertinggal dengan daerah disekitarnya.

Sesungguhnya, sangat mudah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tentu dengan niat, perencanaan, dan usaha yang tepat.

Namun, jika alasannya adalah kabupaten Brebes tidak diuntungkan secara geografis ( terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat ), maka jawabannya adalah kabupaten Banyuwangi yang pendapatan perkapitanya tertinggi di Jawa Timur, padahal secara geografis terletak diperbatasan Jawa Timur dan Bali.

Di sinilah nampak adanya kesalahan dalam tata kelola pemerintah daerah. Jika tidak segera diperbaiki, akumulasi dari kebijakan-kebijakan yang tidak tepat itu hanya akan melahirkan ketidaksejahteraan bagi masyarakat. BPS (2011) mencatat, kabupaten Brebes merupakan salah satu kabupaten termiskin di Jawa Tengah dengan prosentase penduduk miskin sebesar 22,72%.

Untuk itu, pemerintah Brebes masih harus berjuang dengan seluruh kekuatan yang ada untuk dapat mengurangi kemiskinan sesuai dengan target MDG’s nasional, yang pada tahun 2015 prosentase penduduk miskin sebesar 7,55%. Tentu ini menjadi PR bersama.

Mari jadikan Brebes Berhias dalam arti sesungguhnya, bukan sekadar lipstik ataupun jargon usang yang tak bermakna…!!! (*)

Perbandingan penduduk miskin di Jawa Tengah

Perbandingan Penduduk Miskin Kab. Brebes

 

Posted in: Opini