By 9 September 2014

Hindari Penyelewengan Bansos, Warga Penjalinbanyu Siandong Swadaya Bangun Madrasah

IMG-20140827-00409

Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Dusun Penjalinbanyu Desa Siandong Larangan yang dalam proses pembangunan dengan dana swadaya masyarakat sekitar

BREBESNEWS.CO -Pendidikan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Masyarakat yang baik wajib ikut serta dalam mencerdaskan generasi bangsa. Salah satu bentuknya adalah membangun lembaga pendidikan yang mandiri.

Hal ini disampaikan Agus Salim disela-sela pembangunan gedung baru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Asy-Syafi’iyah di dusun Penjalinbanyu Desa Siandong Kecamatan Larangan, Senin (8/9/2014).

Lebih jauh Agus salim menuturkan, gedung baru ini mendesak dibangun karena minat anak-anak belajar agama semakin tinggi. Sebelumnya, anak-anak belajar di salah satu gedung sekolah.

“Meski kami belajar di sore hari, namun, karena pihak sekolah kurang berkenan, akhirnya kami pindah ke musholah. Kegiatan belajar mengajar di musholah ini sudah berjalan selama 3 tahun,” tuturnya.

Kepala MDA, Luthfi, membenarkan adanya pihak-pihak yang kurang berkenan dengan adanya kegiatan ini. Padahal, menurutnya kegiatan ini murni kami niatkan untuk mencerdaskan moral bangsa. ”

“Kami yakin, pendidikan agama sangat diperlukan untuk menjaga moral anak-anak di era yang seperti ini, ” kata Luthfi.

Tidak Menunggu Bantuan Pemerintah

Sebelumnya, beredar pesan pembangunan gedung ini akan disokong oleh dana bansos yang disalurkan melalui DPRD Brebes.

Namun, seiring dengan adanya laporan dari Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Jawa Tengah ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes terkait dugaan penyelewengan dana aspirasi bantuan sosial (Bansos) dari APBD, maka masyarakat memilih swadaya.

“Kami sadar bahwa membangun sebuah gedung dengan empat ruang kelas bukanlah perkara yang murah. Janji-janji yang disampaikan para caleg hanya mimpi di siang bolong. Jika kami menunggu bantuan mereka, mungkin gedung ini tidak akan pernah berdiri, ” ujar Rifa’i, warga yang mewakafkan tanahnya untuk pembangunan gedung.madrasah.

Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) yang akan dibangun warga dengan cara swadaya dianggarkan kurang lebihnya sekitar 200 juta rupiah.

“Dengan membangun secara swadaya masyarakat, disamping siswa nantinya akan belajar tenang, ilmu yang dipelajari juga mudah-mudahan akan membawa barokah,” tegas Rifa’i. (*)

( Berita kiriman : Muhammad Akrom <akrom3muhammad@gmail.com>), warga Penjalinbanyu Desa Siandong Larangan
Editor : AFiF ARFANI

Posted in: Pendidikan, Serba Serbi