By 8 September 2014

Kecewa Kebijakan Yayasan, Siswa SMK Maarif III Larangan Demo Bakar Ban

POTO DEMO SMK 5

Demo yang dilakukan siswa Maarif NU III Larangan dengan membakar ban menentang kebijakan yang dikeluarkan yayasan sekolah

* 12 guru mengundurkan diri akibat kebijakan yayasan sekolah

BREBESNEWS.CO -Karena kecewa atas kebijakan yayasan sekolah, ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif NU III Larangan, Kecamatan Larangan, melakukan demonstrasi disekolahnya, Senin, (8/9/2014). Aksi demo itu dipicu oleh kebijakan yayasan yang dinilai merugikan siswa.

Kebijakan yang merugikan lantaran yayasan SMK Maarif NU III mengeluarkan aturan terkait larangan suami-istri yang bekerja menjadi guru di satu sekolah di yayasan tersebut. Akibatnya sebanyak 12 guru memilih keluar dari sekolah karena ada dari mereka yang statusnya suami istri.

Ke- 12 guru yang keluar dan berhenti mengajar yakni Imam Muslih, Lina Amaliya, zaenal Arifin, Misbahul Anam, Ihksan Mawardi, Hadi Pramana, sarukhi, Abdul Haq, Sugiharto, Sukron Makmun, Prasetya HB dan Nurcayoko.

Dalam aksi unjuk rasa itu, ratusan siswa tersebut membakar ban dan mencoba merusak sejumlah peralatan sekolah. Aksi sempat ricuh beberapa saat dengan pihak yayasan, namun, tindakan itu berhasil dicegah oleh petugas Koramil setempat yang melakukan pengamanan dan guru.

Tidak cukup sampai disitu, aksi juga dilanjutkan dengan mendatangi rumah ketua yayasan yang berjarak sekitar 3 kilometer dari sekolah, tapi yang bersangkutan tidak ada.

“Kami menuntut kebijakan yayasan ini dihapus. Hal Ini karena sangat merugikan siswa kalau 12 guru keluar,” teriak salah seorang siswa pendemo.

Melihat pendemo yang menjururs anarkis, salah satu anggota Babinsa Koramil Larangan berusaha untuk mengajak para pendemo agar tidak berbuat diluar batas untuk menciptakan kondusifitas.

“Saya harap adik-adik pelajar bisa menahan emosi, dan jangan menciptakan pernuatan anarkis yang mengakibatkan kerusakan tempat sekolah serta fasilitas umum,” ujar Sertu Anwar Babinsa Koramil 16/Larangan seraya memadamkan api ban bekas dan kayu yang dibakar siswa.

Sementara itu, menyikapi aksi demo ratusan siswanya, Kepala Sekolah SMK Ma’arif NU III Larangan, Imam Muslih mengatakan, para siswa demo karena mereka kecewa dengan kebijakan yang dinilai merugikan mereka. Kebijakan itu menurutnya juga belum disosialisasikan.

“Apalagi, guru-guru yang dinilai kinerjanya baik oleh siswa akan dikeluarkan, karena terbentur peraturan tidak boleh suami istri mengajar dalam satu sekolahan. Siswa menuntut agar kebijakan yayasan ini ditinjau ulang, dan itu nanti akan kami sampaikan aspirasi siswa tersebut ke yayasan,” jelas Imam Muslih. (HENDRIK/AGUS SIMPE)

Posted in: Pendidikan