By 28 September 2014

Kejahatan Emas, dari Perampokan, Hypnotis hingga Tipu Emas Sepuhan (1)

Foto0748

Kennedy saat memeriksa perhiasan emas yang diterimanya dari penjual untuk di cek kadar serta keaslian emasnya

BREBESNEWS.CO – Peristiwa perampokan toko mas Rahayu Kencana di Banjaratma Kecamatan Bulakamba, pada Minggu (21/9/2014) lalu ternyata menyita perhatian masyarakat Brebes. Pasalanya, perampokan dilakukan di siang bolong, namun perampok yang jumlahnya 6 orang dan bersenjata api, bisa lolos dan membawa kabur barang jarahannya seberat 6 kilogram emas yang bila di uangkan mencapai 5oo juta rupiah ini.

Emas memang menjadi komoditas barang yang menggiurkan dalam suatu tindak kejahatan. Selain barangnya tidak berat, emas boleh dikata punya harga jual yang lumayan, dibandingkan barang lainnya. Taruhlah 1 gram emas bisa bernilai 100 rupiah, kalau bisa dapat menggasak 6 kilogram berapa uang yang didapat hasil dari kejahatan itu.

Berbicara kejahatan emas, tentunya banyak juga modus yang dilakukan pelaku kejahatannya. Hal ini seperti yang diungkapkan Kennedy, (42) pedagang emas non surat (kios pedagang emas eceran) yang biasa mangkal di depan pasar Induk Pujasera Brebes. Sebagai orang yang bergelut di bidang perdagangan emas selama hampr 20 tahun ini, Kennedy mempunyai banyak cerita soal modus kejahatan yang dilakukan para pelakunya untuk bisa mendapatkan barang berharga itu.

“Banyak modus atau tata cara yang dilakukan para penjahat yang berburu emas ini,” ucap Kennedy membuka pembicaraannya pada BREBRESNEWS.CO saat bertandang di kiosnya Minggu (28/9/2014).

Kejahatan Emas dengan Perampokan

Menurut Neddy, panggilan akrabnya setiap kejahatan emas mesti terorganisir dan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan keberhasilan maupun resiko yang dihadapi pelakunya.

“Seperti contohnya perampokan yang dilakukan Toko Mas Rhayu Kencana di Banjaratma, Minggu lalu, para perampok jelas memperhitungkan akses jalan untuk lari bila operasi sudah dilaksanakannya. Apakah bisa lolos dengan mudah atau sulit. Selain itu tingkat kesepian suasana juga diperhitungkan,” tambah Neddy yang sudah menekuni usaha jual beli emas non surat sejak tahun 1995 lalu.

Sebagai contoh, perampokan yang terjadi pada hari Minggu siang. Padahal di sekitar lokasi toko mas yang lain pada tutup. Dengan begitu suasana menjadi sepi. Perampok-pun bisa leluasa melakukan aksinya, lanjut Neddy.

“Untuk itu, toko mas perlu waspada bila suasana sepi, karena bisa jadi akan mengalami perampokan seperti yang telah terjadi di Banjaratma,” ujanya lagi.

Selain toko emas, yang menjadi sasaran perampokan adalah sales pengantar emas. Hal ini menjadi menarik sebagai incaran perampok karena logam mulia emas mempunyai harga yang tinggi.

“Bila suasana sepi sales pengantar emas biasanya akan dikuntit lalu barangnya akan di bajak atau di rampok,di jalan sebelum barangnya sampai di took mas yang di tuju,” kata Neddy.

Kejahatan Emas dengan Hypnotis.

Masih menurut penuturan Neddy, modus lainnya yakni dengan menggunakan ilmu magic (Hypnotis). Untuk modus ini biasanya dilakukan beberapa orang, dengan diikuti salah satu orangnya berperawakan seperti orang asing (Timur Tengah). Dalam melakukan modusnya komplotan yang biasanya terdiri dari 4 orang ini berpakaian necis dan berdandan perlente

Modus awal aksinya yakni pura-pura mau membeli emas di salah satu toko mas. Setelah memulai bertransaksi dengan karyawan toko mas yang hendak jadi sasaran target operasinya, tiba-tiba saja karyawan took mas menjadi tak sadarkan diri seperti kena hypnotis. Disaat mereka tak sadarkan diri seperti sudah dipengaruhi dan menurut saja terhadap perintah komplotan ini.

“Pernah di toko mas di Kota Brebes, entah karena sudah di hypnotis pemilik toko kemudian menurut saja saat di suruh membuka brangkas emas. Namun tak disangka untung saja brangkas emas yang mau di buka ternyata sulit di buka. Dengan kejadian ini pemilik tokopun menelpon keluarganya. Setelah keluarganya datang, komplotan itu ternyata kabur duluan. Aksi komplotan itupun akhirnya bisa digagalkan keluarga pemilik took mas tersebut,,” ujar Neddy.bercerita.

Setelah komplotan hypontis kabur, para pelayan serta pemilik toko mas baru menyadari keadaan yang dialaminya. (Bersambung)

Posted in: Serba Serbi