By 28 September 2014

Kejahatan Emas,dari Perampokan, Hypnotis hingga Tipu Emas Sepuhan (2)

emas

Gambar Ilustrasi

Modus dengan Mencopet

Modus kejahatan soal emas lainnya juga ada, yakni model mencopet. Modusnya pelaku mau membeli emas lagi, tetapi dengan modus membobol kaca etalase tempat emas berada dan mengambilnya dengan cara mencungkil emasnya.

Komplotan itu berjumalh sekitar 4 orang atau lebih terdiri dari laki-laki dan perempuan. Dalam melakukan aksinya berpura-pura mau membeli. Mula-mula diadakan pemilihan barang yang hendak di beli hingga kemudian bertanya soal harga emas yang mau di beli kepada salah satu pelayan toko.

“Dalam modus pencopetan emas, pelayang took mas di buat bingung dengan dari ulah para komplotan, supaya dibuatnya lengah dalam pengawasan,’ jelas Neddy.

Saat itu salah satu komplotan yang wanita pura-pura mau membeli barang, salah satu anggota lainnya mencoba memecah konsentrasi pelayan lagi. Setelah mengetahui kelengahan pelayan toko mas inilah, anggota komplotan yang berjenis kelamin laki-laki yang luput dari perhatian pelayan menjalankan aksinya dengan mencongkel siku kaca atas etalase dengan alat yang sudah dipersiapkan hingga mengangga.

“Dalam proses pencongkelan biasanya di tutupi selembar koran yang sengaja di bawa,” tambah Neddy.

Dari keadaan itulah, lanjutnya, pelaku beroperasi melakukan aksinya, atau istilahnya mencopet emas lewat celah kaca etalase yang sudah mengaga.

Modus ini biasanya terketahui setelah komplotan pergi, dan tiba-tiba stok perhiasan toko mas yang menjadi korban sasaran berkurang.

Dengan Menipu Emas Sepuhan

Modus ini biasanya pelaku kejahatan emas akan mencari korban pada pembeli di luar atau bahkan Kantor Pegadaian. Pelaku yang berkomplotan bermula mencoba menawarkan emas yang dibawanya dengan pura-pura butuh uang.

Menurut Neddy yang juga sempat ditawari barang emas sepuhan juga merasa curiga, karena pelaku biasanya membawa emas yang sudah berbentuk perhiasan baik gelang ataupun kalung dengan sepuhan atau lapisan emas yang begitu tebal..

“Bagi yang awam, bisa saja tertipu, karena komplotan ini menawarkan emas yang disepuhnya cukup tebal, sehingga bila di cek dengan cairan air keraspun warnanya tidak pudar, masih seperti warna emas,” kata Neddy.

Namun, tambah Neddy, bila ingin mebuktikan dengan jelas gelang atau kalung itu asli emas atau bukan, dirinya harus memotong dulu perhiasan itu, agar ketahuan barang itu emas asli atau sepuhan.

“BIla gelang dipotong, maka tengah-tengahnya akan terlihat merah, dan itu berarti terbuat dari perak atau tembaga,” tutur Neddy. yang juga sering dimintai pendapatnya soal keaslian emas yang akan digadiakan di kantor Pegadian Pasar Induk Brebes.

Kasus penipuan dengan emas sepuhan menurut Neddy bahkan pernah terjadi di kantor Pegadian di Ketanggungan, Tanjung dan Brebes. Hal ini karena petugasnya kurang jeli, tambah Neddy

Penjualan Emas Asli Berikut Emas Sepuhan

Kejahatan lainnya masih seputar modus emas sepuhan. Pelaku kejahatan ini biasanya akan membawa dua perhiasan, baik gelang, kalung atau cincin yang sama bentuknya. Satu perhiasan asli terbuat dari emas, satu perhiasan lagi merupakan sepuhan.

Penipuan ini biasanya ditujukan pada pedagang seperti dirinya yang membuka kios perdagangan emas non surat.atau broker emas yang banyak terdapat di kantor Pegadaian.

Setelah uji dengan cairan air keras (NHCL) dan dinyatakan memang benar-benar perhiasan asli kemudian ditawarkan oleh pelaku pada dirinya atau orang lain.

Merasa diuji asli dirinya sempat menawar emas yang mau di jual tersebut. Namun oleh pelaku sebelum ada deal berpura-pura akan menemui orang dulu untuk konsulatsi penawaran harganya. Baru setelah beberapa saat pelaku baru kembali dan langsung mengiyakan tawaran harga yang ditujukan pada emas itu.

“Perhiasan gelang yang dibawa pelaku memang sama persis dengan gelang yang di uji dengan cairan air keras tadi. Tapi saya sempat curiga karena barang perhiasan gelang yang mau di jual ternyata ditaruh di plastik dengan ikatan yang kencang. Modus ini agar calon pembeli tidak meneliti kembali keaslian perhiasan gelang yang mau ditawrakan itu,” aku Neddy

Karena merasa curiga transaksi jual beli saya batalkan. Namun selang beberapa hari ternyata ada rekannya yang akhirnya membeli perhiasan emas sepuhan itu.

“Dia membeli gelang emas tersebut karena harganya miring. Karena gimir keuntungan banyak maka perhiasan gelang emas sepuhan di dibeli. Setelah di cek ternyata benar, perhisan gelang yang dibelinya merupakan barang emas sepuhan atau hanya lapisan atasnya saja yang merupakan emas,” jelas Neddy mengakhiri ceritanya. ( AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi